Khutbah Jum’at – Rasulullah s.a.w Rahmat bagi Semesta Alam

Oleh: M. Taufik N. T        download versi PDF disini (A4/kwarto)


الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ …أَمَّا بَعْدُ…..فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاتمَوُْتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT yang telah mengutus Rasul-Nya sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan, sekaligus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman dalam surah al-Anbiya’ ayat 107 :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Kelahiran nabi Muhammad s.a.w menandai terjadinya perubahan dunia dari gelapnya kekufuran kepada terangnya keimanan, dari kezaliman jahiliah kepada keadilan Islam, dari akal dan nafsu serakah menjadi tunduk dan patuh pada al-Quran.

Imam Al Baidlowi (w. 685 H) dalam tafsirnya menjelaskan[1] bahwa diutusnya nabi Muhammad saw sebagai rahmat (kasih sayang Allah) bagi semesta alam adalah karena risalah yang dibawa Rasulullah merupakan sebab kebahagiaan mereka, sekaligus sebab kemaslahatan kehidupan mereka, dunia dan akhirat. Adapun orang kafir juga memperoleh rahmat, yakni secara tidak langsung mereka mengikuti sebagian ajaran-ajaran agama Islam, sehingga mereka memperoleh kebahagiaan hidup di dunia[2].

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Dengan menjalankan risalah nabi Muhammad s.a.w inilah rahmat Allah akan terwujud. Nasab dan kehormatan manusia terjaga dengan diharamkannya perzinaan dan diharamkannya menuduh orang berzina tanpa mendatangkan 4 orang saksi, disisi lain Islam memudahkan urusan nikah. Nyawa manusia terpelihara dengan diharamkannya membunuh dan adanya hukum qishah dalam masalah pembunuhan dan penganiayaan. Rumah tangga terpelihara dengan syari’ah yang mengatur pembagian fungsi utama antara laki-laki dengan wanita, pengaturan nafkah, pengasuhan, serta syari’ah dalam urusan sosial. Akal manusia terjaga dengan diharamkannya khamr dan hukuman yang berat bagi muslim peminumnya. Kesejahteraan juga terjamin dengan aturan syari’ah dalam masalah ekonomi, diwajibkannya negara menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat, dan diharamkannya privatisasi kekayaan milik umum. Disamping itu manusia akan punya visi jauh kedepan yakni meraih kebahagiaan diakhirat, tanpa melalaikan hidup mereka didunia, bahkan memandang dunia hanyalah ladang untuk mencari bekal ke akhirat kelak, dan menjadikan standar kebahagiaan mereka adalah teraihnya ridlo Allah SWT.

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Bukan hanya manusia, rahmat ini juga mencakup kepada hewan, dimana risalah Rasulullah melarang membebani hewan dengan pekerjaan diluar kemampuannya, melarang membunuh binatang untuk main-main, dan menyuruh memudahkan dalam penyembelihan. Pendzoliman kepada hewan juga diancam dengan siksaan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Ibnu ‘Umar r.a:

دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ

Ada seorang wanita masuk neraka disebabkan mengikat seekor kucing. Dia tidak memberinya makan dan tidak melepaskannya agar dapat memakan serangga tanah (HR. Bukhory)

Begitu juga rahmat kepada tumbuh-tumbuhan yang dilarang dicabut, ditebang dan dibakar sesuka hati tanpa aturan walau pun dalam peperangan.

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Islam yang dibawa Rasulullah SAW hanya kan benar benar menjadi rahmat jika difahami dan diterapkan dalam kehidupan, namun jika tidak maka sungguh siksa Allah sangat keras. Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (Q.S. Al Hasyr : 7)

Kegagalan dalam menjadikan diri nabi Muhammad s.a.w sebagai teladan dalam setiap hal menyebabkan banyak problem yang terjadi disekeliling kita. Indonesia negeri yang kaya raya alamnya, ternyata 70 juta rakyatnya hidup dalam kemiskinan, 4 juta anak Indonesia kurang gizi[3], tiap dua hari, satu warga jakarta bunuh diri[4] , sementara kekayaan alamnya terus menerus diserahkan kepada asing dengan mengatas namakan investasi. Begitu juga dalam masalah hukum, 148 kepala daerah sekarang ini jadi tersangka korupsi, diantaranya adalah 17 Gubernur[5].

Sungguh, saat ini umat memerlukan pemimpin yang jujur dan amanah serta membela kepentingan rakyat, namun lebih dari itu umat sangat memerlukan pemimpin yang menjadikan risalah Beliau SAW sebagai pedoman kebijakan. Masalah negeri ini bukan hanya masalah orang, namun masalah sistem aturan yang sudah jauh dari risalah yang dibawa Rasulullah SAW. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk meneladani Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan sehingga rahmat Allah benar-benar tercurah kepada kita semua.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الُمْسِلِمْينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ فَيَا فَوْزَ المُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. أَللّهُمَّ اَعِزِّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَصْلِحْ وُلاةَ المُسْلِمِيْنَ وَألِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ الإسْلامِ وَالمُسْلِمِيْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca Juga:


[1] وَما أَرْسَلْناكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ لأن ما بعثت به سبب لإسعادهم وموجب لصلاح معاشهم ومعادهم، وقيل كونه رحمة للكفار أمنهم به من الخسف والمسخ وعذاب الاستئصال.

[2] Tafsir Depag RI

[3] mediaumat.com, 27 Januari 2011

[4] detikNews.com, Selasa, 15/02/2011

[5] mediaumat.com, 27 Januari 2011

Posted on 17 Februari 2011, in Khutbah Jum'at and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Assalaamu’alaykum wr wb

    Ustadz, mohon setiap khutbah, format wordnya dikirimkan ke email saya. klo copas dari sini, tulisan arabnya jadi kacau.. ^_^.
    versi pdfnya juga terlalu kecil tulisannya.. hehehe

    jazakallahu…

    ==
    Wa’alaikumussalaam…insya Allah. yg pdf itu standar saja font nya (latinnya ukuran 11 arabnya ukuran 17), mungkin setting printernya pakai kertas a4 shg ukuran huruf otomatis mengecil.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s