Rasulullah pun Ditolak

Kadang kita tidak lapang dada ketika orang berbeda pendapat dengan kita, atau memusuhi kita, padahal mungkin kita ikut andil dalam membuat orang tersebut bersikap demikian, misalnya dengan memberikan contoh prilaku buruk kita, atau akhlaq kita yg menurut mereka tidak baik. Rasulullah saw yang akhlaqnya terbaik saja bisa di tolak, bahkan dengan penolakan yg keji, maka … adalah hal yg lumrah kalau kita mendapati yg lebih dari itu.

***

Suatu hari di Kota Thaif. Pada saat itu Rasulullah SAW sedang melakukan upaya thalabun nusyroh (mencari pertolongan dan perlindungan) kepada masyarakat Thaif, sebuah kota yang bertetangga dengan Makkah. Beliau mengharapkan mereka masuk Islam. Sementara itu, tekanan kaum kafir kepada kaum muslimin sangat berat karena penyebaran dakwah Islam di Makkah berkembang pesat.

Tetapi, upaya Rasulullah mengalami kegagalan. Bahkan sebagai balasannya justru olok-olok anak-anak kecil dan orang-orang bodoh yang beliau terima. Mereka melempari Rasulullah dengan batu, diiringi cacian dan hardikan. Tak ada jalan lain kecuali menyelamatkan diri. Saat itu, laki-laki agung ini terluka. Peluh menetes, napas yang tersengal-sengal, dan pakaian yang kotor serta kaki yang berdarah.

Untunglah, Rasulullah sampai di sebuah kebun anggur milik dua orang lelaki musyrik, ‘Utbah dan Syaibah bin Rabi’ah. Rasulullah memasuki kebun anggur itu, beristirahat dan berlindung dari kejaran orang-orang Thaif. Air mata Rasulullah SAW menetes. Terasa pilu dan sangat menyedihkan. Beliau kemudian shalat dua rakaat dan kemudian mengadu kepada Allah :

اللهم إليك أشكو ضعف قوتي وقلة حيلتي وهواني على الناس يا أرحم الراحمين أنت رب المستضعفين، وأنت ربى، إلى من تكلني[1] إلى عدو يتجهمني، أو إلى قريب ملكته أمري؟ إن لم يكن بك غضب على فلا أبالي[2] ولكن عافيتك هي أوسع لى. أعوذ بنور وجهك الذى أشرقت له الظلمات، وصلح عليه أمر الدنيا والآخرة من أن تنزل بى غضبك أو تحل على سخطك، لك العتبى حتى ترضى، لا حول ولا قوة ألا بك — السيرة النبوية: ابن كثير — الجامع لأخلاق الراوي وآداب السامع للخطيب لبغدادي5/120–الدعاء للطبراني 3/128

“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya upayaku, serta hinanya diriku di hadapan manusia. Ya Arhamar-Rahimin, Engkau adalah Rabbnya orang-orang yang lemah dan juga Rabbku. Kepada siapa Engkau serahkan diriku?,  kepada orang jauh yang menerimaku dengan muka masam, ataukah kepada musuh yang menguasai urusanku?. Jika  tidak ada kemurkaan-Mu terhadapku, maka aku tidak peduli. Akan tetapi, ampunan-Mu lebih luas bagiku (aripada kemurkaan-Mu). Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu, yang engkau hapus segala kegelapan dengan terbitnya (cahaya-Mu), dan Engkau perbaiki urusan dunia dan akhirat dengan baik di atasnya. Hanya untuk-Mu segala kerelaan hingga Engkau ridla. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali bersama-Mu.”

Sementara itu, si pemilik anggur mendengar ada suara di kebunnya. Rasa ingin tahu menguasai rongga dada, tetapi tak ingin ia mengusik orang yang dirasanya asing tersebut. Sebaliknya, dia dengarkan dengan khusyuk apa yang diucapkan orang asing itu, yang tak lain Rasulullah SAW. Terpesona dengan ucapan doa yang belum pernah didengarnya.

‘Utbah dan Syaibah pun memberanikan diri mendekat dan bertanya tentang jatidiri Rasulullah serta meminta penjelasan mengenai hakikat dari ucapan doa yang beliau panjatkan. Singkat cerita, hasil dialog itu menjadikan dua lelaki musyrik pemilik kebun anggur itu menjadi muslim. [https://mtaufiknt.wordpress.com/]

Baca Juga:


[1] تتركني

[2] الاهتمام والاحتفال بالأمر

Posted on 9 Desember 2010, in Dakwah, Tarikh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s