Libya

Dalam bidang ekonomi, Libya mengandalkan sektor pertanian sebagai tonggak perekonomiannya, sehingga pemerintah lebih memperhatikan pembangunan proyek irigasi dan pengolahan tanah, seperti yang terdapat di Kafra dan Tawurgha. Hasil penting dari sektor ini ialah jelai (makanan rakyat), kurma, zaitun dan buah-buahan peras.

Baru pada tahun 1959 untuk pertama kali minyak ditemukan di Cyrenaica dan tahun 1961 Libya sudah mulai mengekspor minyak. Penemuan minyak ini telah membawa perubahan besar terhadap perkembangan perekonomian Libya. Komposisi etnis penduduk Libya mencerminkan migrasi orang-orang Arab dari timur ke Afrika utara antara abad ke-11 dan abad ke-16. Kedatangan beberapa gelombang penyerbu -termasuk Yunani, Romawi dan orang-orang Islam Timur Tengah- menyebabkan penduduk asli suku Berber melarikan diri ke selatan dan barat, dengan mengambil bukit-bukit di Tripolitania atau oase-oase di Gurun Sahara sebagai tempat perlindungan.

Kemudian orang-orang Arab datang sebagai penguasa, sehingga sekitar 97 persen penduduk Libya adalah orang-orang Islam yang berbahasa Arab. Sebagian besar penduduk Libya (kira-kira 95 persen) mendiami daerah pantai dan 50 persen dari mereka di Tripolitania. Kota-kota penting antara lain adalah Tripoli, Bengazi dan El-Beida. Salah satu Masjid di Tripoli Sedikit sekali yang diketahui tentang negeri ini sebelum kedatangan orang Berber, yang mungkin berasal dari sebelah timur Laut Tengah sekitar 4.000 tahun yang lalu. Kemudian sekitar tahun 800 SM. pelaut-pelaut Fenisia mendirikan pos-pos perdagangan di pantai Libya, tetapi baru pada awal abad ke-5 mereka menetap di sana.

Pada tahun 1911 Italia menduduki wilayah Turki di Afrika utara, dan setelah Perjanjian Lausanne (1923) Italia mempersatukan daerah ini menjadi negara Libya. Kemudian pada tahun 1942 negeri ini diduduki oleh Inggris dan Perancis, dan setelah Perang Dunia II berada di bawah perwalian PBB. Libya memperoleh kemerdekaan pada tahun 1951 di bawah pemerintahan Raja Muhammad Idris, pemimpin kelompok Sanusiyah militan yang kemudian didongkel dari kekuasannya oleh gerakan revolusioner rakyat di bawah pimpinan Kol. Muammar Khadaffi pada tanggal 1 September 1969.

Posted on 1 Desember 2010, in Tarikh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s