Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total

Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd.

Ma’asyiral Muslimin jama’ah shalat iedul adlha rahimakumullah.

Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. Pemimpin itu, dialah Nabi Ibrahim as. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman:

"Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna, Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim." (QS. 2: 124)

Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat, bahwa pemimpin itu tidak sembarangan, dan bukan pula karena atas dasar keturunan, darah, maupun gelar dan status sosial. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat, seperti sosok nabi Ibrahim, yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Maka kalau seorang itu dhalim, siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun, tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya.

Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. Rasulullah Saw. bersabda:

"Jika amanat itu disia-siakan, maka tunggulah saatnya kehancuran. Seorang sahabat bertanya, "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saatnya kehancuran." (HR. Bukhari)

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.

Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut, berada di ambang kehancuran.

Secara ekonomi, negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. Bayangkan utang luar negeri kita, sudah mencapai lebih dari Rp. 1.500 trilyun. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia, maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. Jangankan membayar pokoknya, untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu.

Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri.

Dalam keadaan seperti ini, jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif, sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. Kenapa Indonesia — misalnhya– tidak bisa bersikap tegas, mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai. Takut tak diberi utang. Takut investor asing akan lari. Takut tak diberi bantuan. Takut dikucilkan. Takut..takut.. dan takut.. Itulah kenyataan yang dihadapi.

Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. Mulai dari beras, gula, kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. Terhadap bahan-bahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri, apalagi terhadap barang-barang industri. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil, motor, sampai jarum jahit semua adalah impor. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. Kita bertanya-tanya, apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh, fasiq dan dholim, yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka.

Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. Maka lewat jalur ekonomi, Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. Tanpa utang luar negeri, Indonesia tidak bisa membangun; tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang, sekali lagi dari utang.

Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. Beras harus impor, kedelai impor, gula impor, daging impor, buah-buahan impor. Maka wajar bila, rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. Bayangkan, bila misalnya karena suatu hal, lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya, kita rakyat indonesia mau makan apa?!

Allahu .. 3x walillahilhamd.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah.

Di sisi lain, sungguh sangat meperihatinkan, betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. Tak masuk akal, dalam situasi ekonomi seret sepert ini, justru omset Narkoba meningkat drastis. Menurut catatan, omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. Jika dikalikan setahun berarti 720 milyar, suatu angka yang fantastis. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu, para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Tapi tak habis pikir, bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri.

Menjadi orang tua sekarang harus waspada, jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah, sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang, termasuk nyandu narkoba.

Jika anak sudah mulai merokok, segera ditegur dan dihentikan. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Mulanya sekedar merokok, kemudian minum, kemudian ganja, dan seterusnya nyandu. Jika sudah sampai pada taraf ini, maka segala perilaku menyimpang, termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. Sungguh sangat mengerikan. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri, membunuh masa depannya. Mereka lemah fisik, lemah pikiran dan lemah mental. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka.

Selain narkoba, podan pornoaksi juga marak di mana-mana. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan), mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. Siapapun boleh membeli atau menyewa, termasuk anak-anak di bawah umur. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini, tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Inilah yang kita sesalkan.

Belum lagi media bacaan, TV dan radio. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. Pertanyaannya sekarang, apakah kita relakan anak-anak, generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV, radio, VCD porno dan lain-lain? Tidak, kita tidak rela. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa.

Allahu Akbar … 3x walillahilhamd.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah.

Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. Bapak-bapak kita yang di atas, yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi, sibuk dengan pembagian rezeki. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya pada pemilu 2004 nanti. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat, kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani.

Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan asal memilih orang, apalagi dalam pemilu yang akan datang, semua mereka akan dipilih secara langsung. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung, menyusul kemudian gubernur dan bupati, mungkin juga dipilih langsung.

Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi, ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan, ada yang buta hati, nurani dan sebagainya.

Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat, yang amanah, jujur dan berakhlaq. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas, yang memeras dan menindas rakyat. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka.

Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini, semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi, kemudian mengambil langkah-langkah strategis untuk berbenah diri. Kita harus keluar dari krisis. Kita harus mentas dari kerusakan moral, kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin, masih ada yang memenuhi kreteria tadi. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil, berpengetahuan, amanah, jujur dan berakhlaqul karimah.

Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt, sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126:

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."

Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup.

Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi, hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud, hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq.

Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami.

Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia, Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala, Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana, Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan, Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy, Yahudi pendusta, munafik pengkhianat, pasukan ahzab angkara murka…

Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya

Ya, Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini, di Ambon, Maluku, Aceh, di Kosovo, di Chechnya, di Palestina, di Afghanistan, di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu.

Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka, membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami, rumah-rumah-Mu dan anak keluarga kami. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya, makar dan kedholiman kaum kafir.

Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin, dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar, munafikin dan musyrikin.

Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu, pertemukanlah pada jalan keta’atan kepada-Mu, satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari’at-Mu. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu.

Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim, penindas dan fasiq. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa, yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya, yang mau menerapkan syariat-Mu, yang membawa kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi.

Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya, tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati.. ummati.. ummatku.. ummatku; pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan, yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera, yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta.

Ya Allah selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, negeri kami dan ummat kami dari badai krisis, lilitan utang, fitnah dan dosa yang membinasakan.

Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu.

Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu, jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya, dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami.

Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah….Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat, ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin.

Muhammad Syamlan

Sekum MUI Propinsi Bengkulu

E-mail: syamlan2001@plasa.com

Posted on 10 November 2010, in Khutbah Jum'at. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s