Bersatu Untuk Meraih Kemuliaan

Oleh M. Taufik N. T       (insya Allah disampaikan pd Majlis Syawwal di Bjm tgl 3 okt 2010, download versi word disini)

1. Penentangan Terhadap Dakwah Adalah Sunnatullah

Pertarungan yang sengit antara yang haq dengan yang bathil, antara Islam dengan kufur telah berlangsung sejak fajar kebangkitan Islam, bahkan sejak sebelum Islam. Allah berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. (QS. Al An’am : 34)

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Ingatlah ketika orang-orang kafir membuat konspirasi terhadapmu untuk menangkap, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat konspirasi dan Allah menggagalkan konspirasi mereka. Allah adalah sebaik-baik Pembuat konspirasi. (QS al-Anfal [8]: 30). Dalam ayat ini Allah menggunakan frasa fi’il mudlori’, يَمْكُرُون yang berkonotasi kekinian dan futuristik (mustaqbal) agar realitas konspirasi tersebut tidak hanya diingat oleh umat Islam sebagai peristiwa masa lalu, tetapi harus diingat pula sebagai realitas kekinian dan futuristik.[1]

2. Berbagai Jenis Upaya Menghalangi Dakwah

Berbagai upaya untuk menghalangi dakwah sejak masa lampau hingga saat ini, walaupun sarananya banyak, namun bisa di golongkan kedalam 3 jenis berikut, yakni:

a. Penyiksaan

Khabbab r.a pernah mengadu tentang kerasnya siksaan yg dideritanya, ia mengadu kepada Rasulullah saw.; ‘Tidakkah engkau meminta pertolongan untuk kami? Tidakkah engkau berdoa untuk kami? ‘ maka beliau saw. bersabda; "Sungguh sebelum kalian ada orang yang diringkus kemudian digalikan lubang baginya dan ia ditimbun disana, lantas didatangkan gergaji dan diletakkan di kepalanya, sehingga kepalanya terbelah menjadi dua, dan ada yang disisir dengan sisir besi sehingga memisahkan tulang dan dagingnya namun semua siksaan itu tidak memalingkannya dari agamanya, demi Allah, perkara ini akan sempurna sehingga seorang pengendara bisa berjalan dari Shan’a hingga Hadramaut, dan ia tidak khawatir selain kepada Allah dan srigala yang akan menerkam kambingnya, namun kalian ini orang yang suka tergesa-gesa." (HR. Bukhory no. 6430, Abu Dawud no 2278, Ahmad no 20161)

b. Propaganda

Musuh-musuh dakwah Islam juga menggunakan cara propaganda dengan segala bentuknya dan modelnya, seperti berdebat, menggugat, mencaci, melemparkan berbagai macam isu atau tuduhan. Propaganda itu juga digunakan untuk menyerang akidah Islam dan para pemeluknya, membusuk-busukkan isinya dan menghina esensinya. Mereka melontarkan kebohongan-kebohongan tentang Rasul dan menyiapkan semua kata-kata yang ditujukan untuk propaganda memusuhi Muhammad, baik di Makkah maupun di luar Kota Makkah, terutama propaganda di musim haji.

Mengingat betapa pentingnya propaganda memusuhi Rasulullah saw, maka sekelompok orang dari kafir Quraisy berkumpul di rumah Walid bin al-Mughirah. Di rumah itu mereka bermusyawarah mengenai predikat apa yang akan mereka berikan kepada Muhammad. Sebagian mereka mengusulkan hendaknya Muhammad dicap sebagai seorang dukun. Namun, Walid menolaknya seraya mengatakan bahwa Muhammad itu tidak memiliki karakter dukun, baik gerak-gerik maupun gaya bicaranya. Sebagian yang lain mengusulkan agar menuduh Muhammad sebagai orang gila. Usulan ini pun ditolak oleh Walid, karena tidak satu pun tanda-tanda yang menunjukkan Muhammad itu gila. Sebagian lagi mengusulkan agar mencap Muhammad sebagai tukang sihir. Usulan ini juga ditolak oleh Walid, karena kenyataannya Muhammad tidak pernah meniupkan mantera-mantera sihir pada buhul-buhul tali, juga tidak pernah melakukan aksi penggunaan sihir sedikit pun.

Setelah mereka berdebat dan berdikusi, akhirnya sepakat untuk menuduh Muhammad sebagai “tukang sihir lewat ucapan”, lalu mereka membubarkan diri. Kemudian mereka menyebar di antara delegasi haji dari kalangan Arab untuk memperingatkan mereka supaya berhati-hati terhadap ucapan-ucapan Muhammad, karena dia seorang penyihir lewat ucapan; dan apa pun yang dia katakan adalah sihir yang dapat memisahkan seseorang dari saudara, ibu, bapak, istri, dan keluarganya.

Propaganda lainnya adalah tuduhan bahwa Al Qur’an hanyalah saduran Muhammad, bahwa umat Islam telah melanggar hukum internasional dengan melakukan peperangan di bulan haram, dan propaganda-propaganda lain.

c. Pemboikotan

Ketika propaganda yang disebar juga tidak mempan menghalangi dakwah, kafir Quraisy beralih pada senjata ketiga, yaitu pemboikotan dan mereka sepakat untuk memboikot Rasul dan para kerabatnya. Mereka membuat perjanjian tertulis, yang isinya memboikot Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthallib secara total. Quraisy tidak akan melakukan pernikahan dengan mereka juga kalangan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthallib tidak boleh menikahi mereka. Quraisy tidak akan menjual komoditas apapun kepada mereka dan tidak pula membeli apapun dari mereka. Mereka menempelkan naskah perjanjian tersebut di bagian dalam Ka’bah dengan diberi penjelasan tambahan serta piagam.

Ketiga cara ini dengan berbagai variasinya senantiasa digunakan untuk menentang dakwah hingga saat ini, setiap kejadian, besar atau kecil, yang bisa “dijual” untuk memberikan citra buruk pada Islam akan senantiasa diberitakan, disebarkan yang dari situ diharapkan dakwah akan “terboikot” dengan otomatis, dan kalau perlu dilakukan pemboikotan lewat “piagam” (undang – undang) agar dakwah dijauhi oleh manusia.

Kalau dulu, ketika mereka mau menyebut Rasulullah sebagai tukang sihir, mereka tidak menemukan ciri-ciri tukang sihir pada diri Rasul saw, kemudian mereka memaksakan dg membuat istilah baru yakni “tukang sihir lewat ucapan”, sekarang banyak predikat yang dinisbahkan kepada Islam, semisal teroris, bahkan mereka bisa merekayasa kejadian untuk membenarkan predikat tersebut, dan kalaupun mereka tidak menemukan ciri-ciri terroris pada, maka bisa juga dimunculkan istilah baru lagi yakni “terorisme pemikiran” atau “tempat persemaian benih-benih terorisme” atau predikat lain.

Kita bisa melihat, kasus WTC masih senantiasa diberitakan bahwa ini adalah terroris muslim, padahal kebenaran semakin menunjukkan bahwa peristiwa tersebut adalah ulah Mossad dan CIA sendiri, Perdana Menteri Italia Francesco Cossiga membenarkan keterlibatan Agen MOSSAD Negara Zionis Israel dan CIA AS dalam serangan 11 September 2001, bakan fakta ini juga diungkap oleh New York Time disusul American Free Press dan Press TV, salah satu pelaku adalah Ziyad Al Jarrah yang mendapat order dari Ali Al Jarrah, seorang pejuang Palestina yang ternyata adalah mata-mata Israel (25 thn bekerja di MOSSAD)[2]. Disisi lain, masyarakat masih banyak percaya dg berita dari AS, sekalipun Fund for Independence in Journalism yang mengungkapkan kebohongan yang dibuat Presiden George W. Bush dan para pejabat puncak di Washington. Bush dan para pembantunya telah mengeluarkan 935 pernyataan palsu, 532 pidato, pengarahan singkat, wawancara, menyangkut keterkaitan Saddam Husein dengan Al Qaeda dan Bom WTC[3]. Kesimpulan studi ini dipublikasikan di situs Center for Public Integrity.

Contoh lain bahwa memang terjadi propaganda menjelekkan Islam adalah kasus “penusukan” pendeta HKBP. Walaupun kasus ini kecil dan tidak menimbulkan korban meninggal namun AS ikut bicara[4], negara juga ribut, sedangkan kasus pembantaian Israel terhadap 1500 muslim gaza mereka diam seribu bahasa. Adapun klarifikasi dari Habib Rizieq sama sekali tidak menjadi arus berita. Setidaknya menurut beliau, peristiwa tersebut bukan perencanaan tapi insiden, bukan penghadangan tapi perkelahian, karena 9 warga bekasi yang dituduh sebagai pelaku yang sedang lewat berpapasan dengan konvoi ritual liar yang dilakukan 200 jemaat HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim ciketing. Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP[5]. Pihak polri sendiri menyatakan adalah wajar ketika pihak HKBP diserang, maka mereka melawan, adapaun pisau yang didapat dari orang bernama Marbun Purba dan Sinaga yang menurut FPI adalah jema’at HKBP, menurut polri itu adalah pisau sayur dan mereka dilepas karena mereka mengaku tukang sayur[6].

3. Menyikapi Makar & Propaganda

Dari sudut pandang aqidah, harus diyakini bahwa makar & propaganda adalah sunnatullah, bahkan merupakan konsekuensi dakwah, juga harus diyakini bahwa makar akan menggilas pembuatnya, cepat atau lambat.

… وَلا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلا بِأَهْلِهِ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلا سُنَّتَ الأَوَّلِينَ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلا وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلا

Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu. (QS. Faathir : 43).

Adapun dari sudut pandang syari’ah, maka harus ada aktivitas nyata untuk menghadapi makar dan menolak makar tersebut, aktivitas tersebut antara lain:

a. Penyadaran Umat Dengan Membongkar Makar Mereka

Berkaitan dengan makar al-Walid bin al Mughiroh, Allah sendiri yang membongkar makar mereka seperti dinyatakan dalam firman-Nya:

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ (18) فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ (19) ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ (20) ثُمَّ نَظَرَ (21) ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ (22) ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ (23) فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ (24)

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, Kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),(QS. Al Muddatstsir: 18 -24).

Dalam konteks kekinian, umat harus dicerdaskan dengan cara mereka harus memperhatikan urusan umat Islam, apa yang terjadi sekarang, teliti dalam menerima informasi dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang aqidah dan syari’ah Islam.

b. Mengokohkan Persatuan

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ (الانفال,73)

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[7], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar[8]. (QS. Al Anfal : 73)

Agaknya musuh-musuh Islam mengetahui hal ini, sehingga mereka berupaya memecah belah persatuan kaum muslimin. Sejak masa Rasulullah pun hal ini telah terjadi. Syas bin Qois dengan memperalat seorang pemuda Yahudi telah membakar semangat kesukuan antara kaum muslimin Anshar dari golongan suku Aus dan Khazraj sehingga hampir-hampir mereka berkelahi. Mendengar hal itu Rasulullah berkata :

يا معشر المسلمين الله الله أبدعوى الجاهلية وأنا بين أظهركم ؟ أبعد إذ هداكم الله إلى الإسلام وأكرمكم به وقطع به عنكم أمر الجاهلية واستنقذكم به من الكفر وألف به بينكم ترجعون إلى ما كنتم عليه كفارا ؟

Wahai kaum muslimin ! Takutlah kepada Allah, Takutlah kepada Allah! Apakah seruan-seruan jahiliah muncul lagi sedangkan aku masih ada ditengah-tengah kalian? Apakah setelah Allah menunjuki kalian kepada Islam, memuliakan kalian, menghapuskan ciri jahiliah dari kehidupan kalian, menyelamatkan kalian dari kekufuran, dan mennyatukan hati kalian, kalian akan kembali kepada kekafiran?. ( Diriwayatkan oleh Imam Suyuti dalam Al-Dur Al-Manthur)

Sekarang mereka juga telah berhasil memecah keutuhan umat Islam dalam daulah khilafah menjadi terpecah lebih dari 50 negara kecil, yang masing-masing tidak memperhatikan kondisi saudaranya, mereka sibuk dengan urusan “nasional”nya masing-masing, dan masing-masing mereka masih berada dibawah dominasi negara penjajah. Tidak cukup dengan itu, umat Islam yang sudah tersekat-sekat dalam nasionalisme sempit itupun dipecah-pecah lagi, diadu antara “muslim liberal”, “moderat”, “radikal – fundamentalis”, maupun “modernis”, semua ini tentunya akan memudahkan makar mereka untuk semakin memadamkan cahaya Islam. Namun demikian, Allah telah berjanji akan menyempurnakan cahaya Islam, walaupun mereka membencinya.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (8)

Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS. Ash Shaff: 8)

Lewat lisan nabi-Nya yang mulia, Allah juga menyatakan bahwa akan senantiasa ada kaum muslimin yang mentashorrufkan hidupnya untuk membela Islam:

لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

"Senantiasa akan ada dari ummatku, (sekelompok) ummat yang tegak di atas urusan agama Allah, tidak dapat membahayakan mereka orang yang menghina mereka dan tidak pula orang yang menyelisih mereka hingga datang ketetapan Allah atas mereka dan mereka dalam keadaan seperti itu (tetap tegak dalam urusan agama Allah) " (HR. Bukhory no 3369 ).

Semoga kita termasuk mereka yang dsebutkan dalam hadits diatas.


[1] Ash-Shâbûni, Shafwat at-Tafâsîr, Dâr as-Shâbûni, cet. IX, t.t., juz I, hlm. 505.

[2] Banjarmasin Post, tanggal 11-12, Maret 2009, juga http://www.detiknews.com/read/2009/03/11/094003/1097482/10/ali-al-jarrah-dibayar-israel-rp-3,6-miliar

[3] http://www.msnbc.msn.com/id/22794451/

[4] http://dunia.vivanews.com/news/read/178137-menlu-amerika-singgung-penusukan-pendeta-hkbp

[5] http://www.eramuslim.com/berita/nasional/klarifikasi-fpi-soal-insiden-hkbp.htm

[6] http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=4342141

[7] yakni melindungi kaum Muslimin dan menekan orang-orang kafir (Tafsir Jalalain)

[8] karena kekafiran bertambah kuat sedangkan Islam makin melemah keadaannya. (Tafsir Jalalain)

Iklan

Posted on 2 Oktober 2010, in Akhlaq, Dakwah, Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s