Buku Menguak WTC; “9/11 The big lie”

Judul Buku: 9/11 The big lie

Thierry Meyssan adalah seorang jurnalis dan aktivis di berbagai lembaga di Perancis. Secara cermat ia memberikan analisanya berdasarkan data-data dan fakta yang ada dimana akhirnya diambil kesimpulan bahwa keseluruhan yang terjadi adalah adanya pertikaian rahasia dikalangan berkuasa militer industrialis. Yang jelas, penyerangan terhadap Afghanistan tidaklah semata-mata mencari Osama dan kamp pelatihan terorisnya tetapi juga dalam rangka melancarkan pembangunan jalur pipa dari laut Kaspia dan laut Tengah melintasi Azerbaijan, Georgia dan Turki (Proyek Baku-Tbilisi-Ceyhan). Jalur lainnya adalah dari laut Kaspia menuju laut Hitam tetapi sayangnya harus melewati Rusia yang berarti mengurangi pendapatan. Yang paling menjanjikan adalah dari laut Kaspia menuju Samudra Hindia (Proyek UNOCAL dan Delta Oil) namun sayangnya Taliban keberatan, sehingga memang harus disingkirkan

. Berikut adalah intisarinya dengan beberapa tambahan yang saya peroleh dari internet dll.

Pesawat Phantom Pentagon

Pada 11 September 2001 menjelang pukul 10 waktu Washington, Dephan mengeluarkan pengumuman singkat, "Departemen Pertahanan terus merespons serangan yang terjadi pada pukul 9.38 waktu setempat pagi ini. Tidak ada gambaran korban yang tersedia saat ini. Orang-orang yang terluka dibawa ke beberapa RS terdekat. Menhan Donald H. Rumsfeld memperlihatkan simpatinya kepada keluarga korban yang meninggal dan terluka dalam serangan memalukan ini dan memimpin operasi dari pusat komando di Pentagon. Semua korban dievaluasi dari gedung itu ketika personil respons daruratdari Dephan dan komunitas sekitar mengatasi kebakaran dan darut medis. Estimasi awal kerusakan cukup besar; namun demikian, Pentagon diharapkan dibuka kembali besok pagi. Tempat kerja pengganti bagi bagian-bagian gedung yang rusak kini sedang diidentifikasi."

Kantor Berita Reuters mengumumkan bahwa Pentagon mengalami kerusakan akibat ledakan helikopter. Berita ini dikonfirmasikan oleh Associated Press (AP) dari Paul Begala dari Partai Demokrat. Dephan meluruskan berita tersebut berdasarkan kesaksian Fred Hay, asisten Senator Bob Ney yang menyaksikan sebuah Boeing jatuh ketika ia mengendarai mobil dekat Pentagon. Ketika terjadi pers diusir dari tempat kejadian agar tidak menghalangi operasi penyelamatan dan harus puas dengan memfoto dan memfilmkan kantong-kantong jenazah ditaruh berjajar di RS darurat lapangan.

Jenderal Richard Myers mengindikasikan pesawat terbang bunuh diri adalah Boeing 757-200 dari American Airlines dengan flight number 77 yang berangkat dari Bandara Dules di Washington DC menuju Los Angeles sebelum pengontrol lalu lintas udara kehilangan jejaknya pada pukul 8.55. Sang pilot tidak merespon panggilan menara pengontrol dan sesekali menyalakan radionya (?) dan terdengar aksen Arab. Ketika ditanya oleh Komisi senat urusan senjata pada tgl. 13 September, Jend. Richard Myers tidak bisa melaporkan tindakan untuk menghadang pesawat tersebut sehingga disimpulkan oleh para senator bahwa tidak ada upaya penghadangan.

Gambar tak bisa berbohong. Tak ada bangkai atau reruntuhan sayap pesawat, badan pesawat, roda pesawat, jenazah dan lainnya. Bahkan tidak ada jejak pesawat boeing 757 menyentuh tanah Reka ulang dengan menggunakan komputer, menunjukkan "ketidakmungkinan" pesawat penumpang American Airlines No. AA 0077 sebesar Boeing tipe 757-200 lah yang menabrak Pentagon

Tanggal 14 September NORAD (North American Aerospace Defense Command) mengklaim bahwa NORAD telah memerintahkan dua pesawat tembur F-16 dari Pangkalan Udara Langley Virginia untuk mecegat Boeing itu. Namun AU karena tidak tahu lokasinya akhinya tidak melakukan apa-apa. Sulit dipercaya system Radar militer AS tidak bekerja untuk menentukan pesawat tambun Boeing di dalam zona beberapa puluh kilometer saja. Bahkan Boeing itu dapat dengan mudah menghindari system pertahanan Pentagon yang terdiri dari rangkaian 5 buah rudal dan sejumlah pesawat tempur Wing tempur 113 AU dan Wing tempur serang 321 AL di lapangan udara St. Andrew (system pertahanan ini diperbaharui ketika tahun 1994 sebuah pesawat Cessna 150L mendarat di lapangan Gedung Putih). Pesawat Boing 757-200 adalah pesawat angkut dengan kapasitas 239 penumpang. Panjang 155 kaki, bentangan sayap 125 kaki dengan kemampuan jelajah 560 mil/jam, sulit membayangkan pesawat sebesar ini bisa mengecoh pesawat penghadang. Untuk menyebabkan kerusakan yang besar di Pentagon, si Boeing perlu menyusup ke dalam atap Pentagon yang merupakan bangunan berbentuk lima ring lima sisi yang sangat besar (29 are) dan niscaya ini adalah cara paling sederhana ketimbang menabrak salah satu sisi yang berukuran tinggi hanya sekitar 25 meter persegi. Cara terakhir sangat rumit dan tidak masuk akal karena si Boeing harus terbang horizontal sambil turun secara horizontal hingga ketinggian tidak lebih dari 25 meter (karena hanya merusak 1 lampu jalan sepanjang jalan raya tempat parkir Pentagon). Kendati pesawat tersebut seberat ratusan ton dengan kecepatan 250-440mph, hanya menghancurkan bangunan ring pertama dan dibagian gedung yang sedang direnovasi. Dari foto kejadian dapat dilihat bahwa lubang di bangunan hanya berukuran 18 meter dan tidak ada kerusakan akibat sayap yang membentur bangunan ataupun sisa-sisa sayap dan badan pesawat dari bagian tengah hingga ke belakang. Dan jika melihat foto Tom Horan (AP) pada saat pemadam kebakaran datang, jelas tidak ada reruntuhan pesawat. Kepala Dinas Kebakaran Arlington County, Ed Plaugher mengatakan hanya melihat potongan kecil pesawat atau lebih tepatnya lebih mirip hidung pesawat dan tidak melihat badannya.

Daniel O’Brien seorang pengawas lalu lintas udara memaparkan kepada ABC News mengenai maneuver yang dilakukan pesawat penghantam. Ia terbang dengan kecepatan 500mph dan mula-mula mengarah ke udara yang dilindungi di sekitar Gedung Putih kemudian berbelok tajam ke arah Pentagon. Bagi O’Brien dan koleganya tidak ada keraguan bahwa mustahil pesawat komersial mampu melakukan maneuver tajam seperti itu kecuali pesawat militer. Banyak pengendara yang melintas disamping Pentagon mendengar suara mendesing seperti suara pesawat tempur dan sebagian lagi melihat pesawat itu adalah pesawat kecil penumpang tidak lebih dari 12 orang. Kesaksian ini bersesuaian dengan terbakarnya salah satu generasi terakhir rudal tipe AGM dengan muatan penuh dan hulu ledak BLU uranium yang diperkaya dan dipandu oleh Global Positioning Satellite. ‘Pesawat’ ini dapat dipandu secara akurat untuk masuk bangunan berjendela, menembus baja dan menyalakan api seketika yang melepaskan panas 3000 derajat Fahrenheit. Bentuknya seperti pesawat udara kecil tetapi itu adalah peluru kendali yang sebenarnya. Dapat pula dikatakan bahwa jika rudal tersebut dapat menghantam Pentagon maka hanya rudal angkatan bersenjata AS yang memancarkan sandi bersahabat yang bisa memasuki ruang udara Pentagon tanpa ada reaksi serangan rudal balasan. Serangan ini hanya dapat dilakukan oleh personil militer AS kepada personil militer lainnya. Perlu diingat pernyataan Jenderal Wesley Clark, mantan Komandan tertinggi pasukan NATO di Kosovo kepada CNN sehari setelah serangan: "Kita telah mengetahui beberapa waktu sebelumnya bahwa beberapa kelompok merencanakan (maksudnya serangan ke Pentagon}, namun kita jelas belum cukup bertindak." Disini ia tidak menyebutkan suatu agresor asing. Sejarah paling mutakhir AS memperlihatkan bahwa terorisme dalam negeri kian subur. Sejak 1996 FBI mempublikasikan laporan tahunan mengenai tindak-tindak terorisme domestik yaitu : 4 pada 1995, 8 pada 1996, 25 pada 1997, 17 pada 1998 dan 19 pada 1999. Kebanyakan dijalankan oleh kelompok militer dan paramiliter ekstrem kanan AS.

Kemungkinan adanya plot di lingkungan AB Amerika serikat untuk serangan 911 terbukti dengan diajukannya Lt. Edward Vreeland ke Pengadilan Tinggi Toronto Kanada karena pemalsuan kartu kredit. Ia terpaksa mengakui bahwa ia bekerja sebagai Intelijen AL Amerika Serikat. Pada 12 Agustus 2001 ia menyerahkan amplop tersegel kepada otoritas penjara tentang serangan yang akan terjadi namun tidak diperdulikan. Pada tanggal 14 September 2001 amplop tersebut dibuka dan menemukan deskripsi serangan yang mirip dengan 3 hari sebelumnya. Hal itu segera dikonfirmasi ke Pentagon dan jawabannya adalah Vreeland desersi pada 1986 karena kinerjanya yang buruk. Pada tanggal 25 Januari 2002 pengacara Vreeland – Rocco Galati dan Paul Dlansky – dalam dengar pendapat di pengadilan Toronto mendengarkan bersama-sama melalui speaker handsfree, percakapan mereka dengan Angkatan Laut yang menandakan bahwa ia masih perwira aktif.

Airport: Washington, DC – Washington Dulles International (IAD)

Carrier Code

Date (MM/DD/YYYY)

Flight Number

Tail Number

Destination Airport

Actual Departure Time

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html#LAX>

9/11/2001

75

UNKNOW

LAX <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

135

UNKNOW

LAX <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

143

UNKNOW

LAX <http://www.livingstonemusic.net/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

371

UNKNOW

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

397

UNKNOW

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

510

UNKNOW

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

573

UNKNOW

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

599

N871AA

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

7:49

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

771

N3BFAA

SJU <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statistics/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

6:57

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

975

N3CAAA

MIA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

7:34

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1217

N2ANAA

ORD <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

6:26

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1223

UNKNOW

ORD <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1229

UNKNOW

ORD <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1247

UNKNOW

ORD <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1309

UNKNOW

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1319

UNKNOW

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1361

N493AA

DFW <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

6:17

AA <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/CarrierInfo.html>

9/11/2001

1787

UNKNOW

ORD <http://www.bts.gov/programs/airline_information/airline_ontime_statisti cs/DetailedStatistics/INFO/AirportInfo.html>

0:00

Jadwal penerbangan (atas) di Airport Washington Dulles International (IAD) menunjukkan tidak ada jadwal penerbangan No. AA 0077 pada tanggal 11 September 2001.

Serangan WTC

Pada 11 September 2001 pukul 8.50 pagi CNN mengumumkan bahwa baru saja menara utara WTC ditabrak oleh pesawat udara. Segera setelah itu jaringan televisi menyajikan secara live. Pada pukul 9.30 satu pesawat udara lagi menghantam menara selatan WTC hal ini disaksikan oleh jutaan penonton televisi yang saat itu sedang menayangkan menara utara WTC yang terbakar. Otoritas pelabuhan pun menutup lalu lintas di setiap jembatan dan terowongan di Manhattan. Pada pukul 10.00 ketika serangan atas Pentagon baru saja diumumkan, menara selatan WTC pun runtuh. Kemudian pada pukul 10.29 giliran menara Utara. Banyak perkiraan bahwa puluhan ribu orang meninggal. Pembakaran pesawat terbang mungkin telah menghasilkan panas yang demikian besar hingga struktur logam bangunan tidak kuat menahannya.

Skenario serangan direka-reka sehari setelahnya yaitu para militant Islam anggota jaringan Osama bin Laden yang diorganisasikan dalam beberapa tim berjumlah masing-masing 5 orang dan bersenjatakan pisau cutter. Sekilas fakta-faktanya tak tersangkalkan. Belakangan tas-tas berisi cutter ditemukan di rumah yang ditinggali oleh Osama di Afghanistan (haruskah cutter itu disediakan oleh Osama?)

Sebelum tiba di New York, pesawat-pesawat itu harus banyak mengurangi ketinggiannya sedemikian rupa sehingga para pilot lebih bisa melihat menara yang berhadap-hadapan itu ketimbang dari atas. Dipandang dari ketinggian yang jauh, sebuah kota nampak seperti selembar peta dan semua acuan visual yang lazim menjadi hilang. Untuk menabrak menara kembar maka pesawat perlu diposisikan terlebih dahulu pada ketinggian yang relatif rendah. Selain itu, pesawat juga harus diposisikan secara lateral. Lebar menara kembar hanya 209 kaki (63 meter). Rentang pesawat Boeing 767 adalah 156 kaki (47 meter). Dalam video kita lihat bahwa pesawat tepat menghantam menara sebagai sasarannya. Pergeseran hanya 183 kaki atau 55 meter akan mengakibatkan hantaman meleset. Pada kecepatan rata-rata 440mph jarak itu ditempuh hanya 0.3 detik. Karena rendahnya tingkat manuver, maka penabrakan tersebut merupakan ‘prestasi’ yang sangat luar biasa bahkan bagi seorang pilot berpengalaman sekalipun apalagi bagi pilot yang baru lulus latihan. Pesawat pertama datang dengan angin di belakang pesawat sehingga lebih memudahkan kemudi, namun pesawat kedua yang juga berhasil menabrak dengan tepat datang dari arah berlawanan yang berarti lebih sulit dalam menjalani maneuver rotasi. Pilot-pilot berpengalaman mengatakan sedikit sekali dari mereka yang bisa melakukan seperti itu dan tidak mungkin hal tersebut dilakukan oleh pilot amatir, namun hal itu bisa dilakukan jika dibantu oleh rambu tuntun radio elektronik. Suatu sinyal yang ditransmisikan oleh calon sasaran akan membantu menuntun pesawat secara otomatis. Saat ini keberadaan sinyal tsb. sedang diselidiki karena terdeteksi oleh alat penjejak radio (scanner) yang merekam sinyalnya karena sinyal tersebut mengganggu transmisi televisi yang dipasang di atas menara. Boleh jadi sinyal tsb. dinyalakan pada detik-detik terakhir sehingga tidak lama terdeteksi dan dihentikan.

Hal ini membuktikan bahwa penabrakan tersebut memerlukan kaki-tangan di darat dan tidak perlu satu tim pembajak diperlukan untuk melakukannya karena pembajakan cukup dilakukan dengan mengambil alih komputer pesawat. Dengan teknologi seperti Global Hawk yang disempurnakan oleh Dephan AS, maka kemungkinan pesawat-pesawat itu berada dalam kendali jarak jauh sangat dimungkinkan.

The first 911 video to present undeniable Video Evidence, Not Theories

Bukan teori. Pertama kali diedarkan video 911 yang membuktikan kebohongan cerita pemerintah AS

New York Magazine Sept. 24th (2001) Issue Photo by Rob Howard

Pesawat Boeing 767, sesaat sebelum menabrak WTC.

Difoto oleh Rob Howard

Majalah New York, dirilis tanggal 24 September 2001.

Enlargement of photo showing abnormal protrusion on bottom of the plane just before impact with South Tower

Pembesaran foto menunjukkan adanya tonjolan aneh di bawah pesawat yang tidak ada pada pesawat penumpang sejenis

U.S. Air Force militarized version of the Boeing 767 USAF LINK <http://www.af.mil/media/photodb/web/web_030228-F-9999G-003.jpg>

Pesawat Boeing 767 "versi militer" milik Angkatan Udara AS. Tampak tonjolan yang sama dengan pesawat penabrak WTC

Setelah tabrakan menara kembar runtuh dengan sendiri. Federal Emergency Managemen Agency (FEMA) melakukan penyelidikan untuk membantu ASCE – Masyarakat Teknik Sipil Amerika. Teori bahwa panas yang tinggi telah melemahkan struktur logam utama bangunan telah disangkal oleh Asosiasi Pemadam Kebakaran New York dan jurnal Profesional yang atas perhitungannya menyatakan bahwa struktur tsb. tahan api untuk waktu yang lama. Bahkan para petugas pemadam kebakaran mendengar suara ledakan di lantai dasar bangunan dan menuntut dibukanya penyelidikan independen. Menarik pernyataan Van Romero seorang pakar dari Institut Pertambangan dan Teknologi New Mexico yaitu keruntuhan itu diakibatkan oleh bahan peledak. Namun karena tekanan public, ia mencabut pernyataannya tsb.

Hanya peledakan terkendali ("controlled demolition" seperti yang dilakukan terhadap peruntuhan gedung-gedung tua) yang dapat meruntuhkan 3 menara WTC. Ini menjelaskan bagaimana gedung ke-3 bisa turut runtuh padahal tidak tertabrak pesawat

Photo: The University of Sydney — Department of Civil Engineering

Van Romero

Harian Israel Ha’aretz mengungkapkan bahwa sebuah perusahaan telekomunikasi elektronik terkemuka "Odigo" telah menerima pesan tak dikenal yang memperingatkan akan serangan atas New York dua jam sebelum kejadian. Hal ini dibenarkan oleh Micha Macover – Direktur perusahaan tsb. Hal yang mirip terjadi adalah ketika gedung Federal di Oklahoma diserang bom mobil, ternyata sebagian besar pegawai yang bekerja diberi cuti setengah hari. Ini diketahui kemudian adalah serangan yang dilakukan oleh personil militer anggota organisasi sayap kanan yang telah diinfiltrasi oleh FBI.

Laporan Ha’aretz

Ironis, di antara ketakutan dan tangisan warga AS ternyata 5 Orang mantan tentara Israel yang mengendarai mobil van warna putih yaitu Sivan Kurzberg, Paul Kurzberg’s, Yaron Shmuel, Oded Ellner dan Omer Marmari, ditangkap polisi karena mengambil video dan tertawa-tawa bahkan menari-nari ketika WTC tertabrak Pesawat. Adakah hubungan mereka dengan kejadian 911? Akhirnya ke-5 orang tersebut hanya dikenai pidana pelanggaran imigrasi

Hal yang sangat menarik adalah ketika George W. Bush menyatakan dalam pertemuan dengan masyarakat Orlando pada tanggal 4 Desember, bahwa ia melihat serangan pertama melalui televisi yang tentunya itu dilakukan oleh dinas intelijen AS berdasarkan informasi yang diperolehnya.

Berikut adalah pernyataannya:

Jordan: " Satu hal Pak Presiden, itu berarti anda tak punya gagasan seberapa jauh yang telah anda lakukan untuk negeri ini. Satu hal lagi, bagaimana perasaan anda ketika mendengar tentang serangan teroris?"

Bush : " Terima kasih Jordan. Anda tak akan percaya dalam keadaan seperti apa saya tatkala mendengar serangan teroris itu.Saya berada di Florida. Dan Kepala Staf saya, Andy Card – sungguh saya berada di kelas, tengah berbicara tentang program membaca yang sedang berjalan. Saya duduk di luar kelas menunggu masuk, dan saya melihat sebuah pesawat terbang menabrak menara. TV jelas menyala. Saya pernah terbang, saya sendiri, dan saya berkata, Pilot yang buruk sekali. Kata saya ini adalah betul-betul musibah yang sangat mengerikan. Tapi saya segera bangkit, saya tak banyak waktu memikirkannya. Lalu saya duduk di dalam kelas, dan Andy Card, Kepala Staf saya, yang duduk di luar, masuk dan berkata, ‘pesawat kedua menabrak menara, Amerika diserang.’ Dan Jordan, saya tidak pasti apa yang pertama-tama saya pikirkan. Anda tahu, saya dibesarkan pada suatu masa dimana gagasan Amerika diserang tak pernah hinggap di benak – mungkin persis seperti Ayah dan Ibu anda. Dan saya mulai berpikir keras dalam waktu yang sangat singkat tentang apa artinya diserang. Saya tahu ketika saya mendapatkan semua fakta bahwa kita diserang, maka nerakalah bayarannya bagi pihak yang menyerang Amerika…."

Bush dan Andy Card

Gambar serangan pertama hanya diperoleh secara tidak sengaja oleh pembuat film dokumenter berkebangsaan Perancis Jules dan Gedeon Naudet. Kedua bersaudara itu merekam secara terus menerus sepanjang hari itu dan video itu tidak disiarkan hingga 13 jam kemudian oleh Gamma Agency. Dengan demikian gambar serangan pertama diambil oleh dinas intelijen AS dan dikirimkan kepada Bush di suatu ruangan aman di sekolah sebelum ia masuk ke dalam kelas.

Dari uraian di atas, untuk melaksanakan serangan menara kembar tersebut para teroris membutuhkan tim pembajak pesawat, tim penunjang di darat yang mengaktifkan sinyal di WTC dan memperingatkan penghuni menara guna membatasi jumlah korban. Mungkinkah ini semua dilakukan dari sebuah gua di Afghanistan?

FBI meremas tangan sendiri

FBI memobilisasi sekitar seperempat jumlah personilnya untuk menjalankan penyelidikan criminal Penttbomb (Pentagon-Twin Towers-Bomb). FBI mengandalkan semua masyarakat intelijen AS khususnya CIA, NSA, DEA serta kerjasama Kepolisian Internasional. Hebatnya, sehari setelah kejadian serangan FBI berhasil mengungkap modus operandi teroris. Para agen jaringan Osama telah masuk ke AS secara legal. Kemudian mereka langsung mengambil kursus pelatihan pilot system cepat. Dikelompokkan menjadi empat tim masing-masing 5 orang kamikaze. Tanggal 14 September FBI mempublikasikan 19 orang nama yang diduga pembajak pesawat. Dalam setiap pesawat (4 buah) yang dibajak diorganisasi oleh 5 orang teroris kecuali flight 93 yang meledak di udara Pennsylvania hanya berisi 4 orang pembajak karena Zacharias Moussaoui ditahan menjelang serangan karena tidak bisa menunjukan identitas. Teori kamikaze ini itu ‘dibuktikan’ oleh dokumen tulis tangan berbahasa Arab yang dipublikasikan oleh FBI dalam terjemahan Inggris. Konon, tiga salinan ditemukan : satu di dalam koper milik Mohammed Atta (belakangan diketahui sebagai agen Intelijen antar Dinas – Cabang CIA di Pakistan) yang hilang dalam transit antar penerbangan, kedua di dalam mobil yang ditinggalkan di bandara Dulles oleh Nawaf Al-Hazmi dan ketiga di antara reruntuhan Penerbangan 93 yang meledak di udara daerah Pennsylvania. Produk tersebut palsu karena ‘cacat’ yang tidak mungkin ditutupi ketika orang yang berpengetahuan Islam membacanya. Sebagai contoh: dokumen dimulai dengan perkataan "Dengan nama Allah, diri saya sendiri dan keluarga saya" suatu hal yang janggal karena kaum Muslim tidak pernah bersumpah dengan kata-kata demikian. Selain itu, bagaimana mungkin Muhammed Atta sedemikian ceroboh meninggalkan tas berisi barang bukti dan lagipula apakah masuk akal orang yang hendak bunuh diri membebani diri dengan bagasi? Belum lagi FBI yang mengaku menemukan passportnya utuh di reruntuhan WTC yang berasap. Benar-benar suatu keajaiban jika tidak mau dibilang kebohongan.

Bagaimana para teroris diidentifikasi? Kedubes Saudi menegaskan bahwa 5 orang dari daftar FBI semuanya dalam keadaan hidup dan tinggal di negaranya sendiri. Selain itu tidak satu namapun dari daftar teroris FBI berada di dalam daftar penumpang. Tampaknya para teroris disisihkan sehingga hanya tinggal nama-nama korban penumpang tak berdosa. Jika kita ambil contoh, akan ditemukan 78 korban tak berdosa pada penerbangan 11 American Airlines. Kemudian merujuk siaran pers pada tanggal 11 September yang dikeluarkan oleh perusahaan penerbangan maka Penerbangan 11 mengangkut 81 penumpang. Jadi darimana teori satu pesawat terdiri dari 5 orang teroris?

Penutup

Patut diduga bahwa ada serangkaian kegiatan teroris dalam negeri AS sebagai bagian dari usaha penggulingan pemerintahan George W. Bush mengingat adanya usaha penyelamatan Presiden dan wakilnya di markas militer dari gangguan kudeta ketimbang mengaktifkan perlindungan udara Gedung Putih dan Pentagon. Atau adanya aktifitas ikutan dari kelompok pengusaha minyak AS dalam rencana penyerangan Afghanistan serta adanya kejadian-kejadian serupa dalam sejarah AS seperti penyerangan terhadap Kuba di teluk Babi pada 17 April 1961 oleh tentara bayaran yang diorganisasi oleh CIA.

Sedikit diceritakan kembali mengenai Peristiwa Teluk Babi, yaitu dimulai ketika pada tahun 1958 Fidel dan Raul Castro mengkudeta Fulgencio Batista. Pemerintahan baru itu menghentikan eksploitasi sekelompok perusahaan multinasional AS di sana seperti Standard Oil, GM, ITT, GE, Sheraton, Hilton, United Fruit, East Indian Co. beserta keluarga Bacardi yang telah enam tahun belakangan menguras sumber daya Kuba. Akhirnya perusahaan-perusahaan itu mencoba meyakinkan President Eisenhower untuk menjatuhkan Castro. Serangan 17 April 1961 tsb. gagal karena Presiden yang baru – John F. Kennedy – tidak bersedia mengirimkan pasukan bantuan. Bahkan Direktur CIA Allen Dulles dan jaringannya dipecat.

Untuk mempengaruhi Kennedy, maka militer merancang operasi Northwoods yang bertujuan mempengaruhi masyarakat Internasional bahwa Fidel Castro membahayakan perdamaian di Barat. Operasi itu antara lain melakukan :

1. Penyerangan pangkalan Amerika di Guantanamo oleh pasukan upahan Kuba berseragam militer Castro.

2. Meledakkan kapal Amerika di perairan Kuba yang seakan-akan dilakukan oleh kapal-kapal Kuba.

3. Membom Republik Dominika dengan pesawat Kuba palsu pada malam hari dll. agar tetangga-tetangga Kuba percaya bahwa Kuba merupakan ancaman. Bom yang dijatuhkan tentu saja buatan Soviet.

Rencana Operasi ini dipresentasikan secara detil pada tanggal 13 Maret 1962 di Pentagon. Operasi ini tidak terlaksana karena Menhan Jend. Robert McNamara tidak sependapat dengan Kastaf Gabungan Jend. Lemnitzer. Kennedy mendukung McNamara dan tidak ingin mendorong AS terlibat lebih jauh dalam peperangan dengan komunis. Pada tanggal 22 November 1963 ia terbunuh.

Dari sini kita mengetahui bahwa Intelijen AS tampaknya telah terbiasa melakukan berbagai kegiatan-kegiatan ilegal dalam rangka memenuhi keinginannya dengan cara curang sekalipun. (Fajar).

CIA acknowledges Bush signed secret directive on interrogating terror suspect

<http://www.iht.com/cgi-bin/search.cgi?query=By+David+Johnston&sort=publicationdate&submit=Search>

By David Johnston / The New York Times

Published: November 15, 2006

WASHINGTON: The CIA has acknowledged for the first time the existence of two classified documents, including a directive signed by President George W. Bush, that have guided the agency’s interrogation and detention of terror suspects.

The CIA referred to the documents in a letter sent last Friday from the agency’s associate general counsel, John McPherson, to lawyers for the American Civil Liberties Union.

The contents of the documents were not revealed, but one of them is "a directive signed by President Bush granting the CIA the authority to set up detention facilities outside the United States and outlining interrogation methods that may be used against detainees," the civil liberties union said, based on its review of published accounts.

The second document, according to the group, is a Justice Department legal analysis "specifying interrogation methods that the CIA may use against top Al Qaeda members."

Civil liberties lawyers said they would urge public disclosure of the contents of the documents. "We intend to press for release of both of these documents," Jameel Jaffer, a lawyer for the group, said in a statement. "If President Bush and the Justice Department authorized the CIA to torture prisoners, the public has a right to know."

A spokesman for the CIA declined to discuss the matter.

The documents had been sought by the civil liberties union in a suit filed in a court in New York under the Freedom of Information Act. The suit has previously led to the disclosure of thousands of documents from the Defense Department, the FBI, the Justice Department and other agencies.

In the past, CIA lawyers have sought to avoid any discussion of whether the agency had documents related to its interrogation and detention practices, the civil liberties union said. The group added that the CIA had said national security would be jeopardized if it were compelled to disclose in any way its involvement in interrogations.

In the CIA letter, McPherson confirmed the existence of the documents but declined to release them, saying that essentially all of their contents were exempt from disclosure under the Freedom of Information Act because release would damage national security and violate attorney-client privilege.

The civil liberties organization sought the documents based on references to them in various news accounts. While both documents have been written about before, the CIA had not previously acknowledged their existence.

Bush said in September that 14 terrorism suspects had been moved from secret prisons overseas to the detention center at Guantánamo Bay, Cuba.

source: http://www.iht.com/articles/2006/11/15/news/intel.php

Baca Juga:

Iklan

Posted on 7 September 2010, in Berita, Politik. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. terimakasih atas pengetauannya, saya sangat tertarik dengan tulisan ini.
    Dari tulisan di atas, sya mengambil kesimpulan tragedi tersebut rekayasa Yahudi dg AS!
    mungkinkah pesawat tersebut di kendalikan (tanpa pilot)?
    kenapa bisa AS bisa seenaknya terhadap negara Islam (Afganistan), bagaimana juga siap negara tersebut?
    bisa kah kasus ini diselesaikan, artinya seperti kasus2 yang disidang di pengadilan?
    afwan,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s