Pemahaman Tentang Tujuan

Salah satu sifat orang munafiq adalah tidak memahami tujuan hidupnya, mereka mudah membelokkan tujuan semula ke tujuan lain ketika menghadapi kesulitan sedikit saja. Allah menggambarkan mereka dalam firman-Nya:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ

Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia? (QS. Al Ankabut : 10)

Untuk mengetahui bagaimana menjaga agar ketika kita mempunyai tujuan yang haq, kita bisa mengetahui jalannya, dan tetap teguh menapaki jalan tersebut walau rintangan menghadang, selengkapnya bisa dibaca berikut ini: (masih dlm bahasa arab) kutipan dari kitab – حديث الصيام الجزء الثاني – لجواد عبد المحسن الهشلمون

Pemahaman tentang tujuan.docx

Posted on 28 Agustus 2010, in Dakwah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s