Awas !! Virus "memuliakan-tamu.exe"

oleh: M. Taufik. N.T

Virus ini bekerja seperti virus trojan horse (kuda troya) – yang mengingatkan pada perang Troy dg Yunani pada abad 12 sebelum masehi, seperti dalam film ‘troy’ – dimana kerajaan Troy mencari kekuatan lewat benda ajaib, dan mereka menemukan patung kuda raksasa yang mereka keramatkan dan mereka anggap sebagai sumber kekuatan. Celakanya justru patung kuda ini adalah jebakan pihak Yunani, sebelumnya prajurit Yunani masuk kedalam patung tersebut, dan saat patung tersebut sudah ada dalam benteng, pada malam harinya mereka keluar dari patung tersebut, membukakan pintu benteng untuk prajurit Yunani dan melumpuhkan musuh dalam benteng Troy yang bertahun-tahun tidak pernah ada yang mampu menembusnya. (“Trojan horse." Encyclopædia Britannica. Ultimate Reference Suite.  Chicago: Encyclopædia Britannica, 2010.)

Begitu juga virus ‘memuliakan-tamu.exe’, virus ini ketika meng akses suatu folder dia akan segera mencari file-file pertahanan seperti file ‘akal-sehat.bat’, ‘nurani.bat’, ‘kedaulatan.com’ dan ‘islam-idea.com’. Ketika menemukan file-file pertahanan seperti ini, virus ‘memuliakan-tamu.exe’ akan segera bekerja dengan mengganti nama mereka menjadi ‘radikal.exe’, ‘fundamentalis.exe’, ‘extrimis.inf’ dan ‘teroris.exe’ yang kemudian dianggap virus oleh sistem ini.

Untuk menangkal serangan virus ini bisa di install ‘ng.rar’ [1]yang sebelumnya perlu diextract dulu, hanya saja waktu extract dan peng installannya perlu waktu yang tidak sebentar, dan setelah di install, untuk membersihkan virus tersebut juga perlu kesabaran, apalagi kalau sistemnya sudah terinfeksi.

***

Indonesia sebenarnya tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun di dunia ini. Yang dianggap oleh orang sekarang sebagai penjajahan sebenarnya adalah sikap rakyat kita dulu yang begitu memuliakan tamu-tamu mereka.

Bangsa Portugal, Belanda, dan Jepang adalah orang-orang asing yang bertamu ke Indonesia. Dan oleh karena itu, sebagai tuan rumah yang baik, bangsa Indonesia menjamu dan sangat memuliakan tamu-tamunya. Mereka disodori kekayaan alam Indonesia untuk dieksploitasi dan diangkut ke negara mereka. Rakyat diperintahkan untuk rela bekerja paksa agar tamu-tamu mereka merasa senang tinggal di bumi Nusantara. Sungguh, bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling mengerti akan pepatah "Tamu adalah raja".

Hanya sedikit dari bangsa Indonesia yang tidak mengerti dengan toleransi ini, dan bertindak kurang ajar terhadap tamu. Merekalah yang kemudian di cap sebagai para ekstrimis-radikal-fundamentalis ala Timur Tengah! Lihat saja pakaian yang dikenakan oleh Tuanku Imam Bonjol dari Tanah Minang, atau Pangeran Diponegoro dari Keraton Mataram yang kearab-araban! Mereka berdua di cap sebagai tokoh gerakan-gerakan ekstrimis –radikal-fundamentalis yang melakukan kekerasan atas nama agama!

Mungkin sikap ‘luhur’ seperti ini masih diwarisi oleh bangsa kita hingga saat ini. Lihatlah hampir seluruh aset kekayaan alam negeri ini (dari Arun di Aceh sampai Tembagapura di Papua) kita jadikan bahan perjamuan kepada investor-investor asing yang notabene adalah ‘tamu-tamu’ yang harus dimuliakan seperti raja.

Tidak hanya sampai di situ. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling paham akan toleransi untuk menyenangkan hati tamu-tamu mereka. Mereka bahkan rela membuang jauh agama yang diyakininya dan sedikit demi sedikit mengadopsi agama para tamu. Ada juga yang masih malu-malu, mereka tidak menyatakan diri menganut agama para tamu, tetapi mengadopsi gaya hidup, pandangan hidup, adat istiadat para tamu, dan senantiasa menjajakannya.

Bahkan karena kebaikan tamu baru bangsa ini, mereka berhasil mendidik sebagian anak bangsa ini agar tidak meniru-niru kaum ekstrimis fundamentalis dulu yang senang menggunakan kekerasan atas nama agama.

Aneh sekali, justru para tamu, yang tidak seiman dan  sekeyakinan dengan kitalah, yang menjelaskan kepada kita makna Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, yang dalam bahasa mereka dikenal dengan istilah toleransi. Islam adalah agama yang damai, agama yang toleran, Sebaliknya, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memuliakan tamu.

Luar biasa! Saat ini dapat kita saksikan, jutaan saudara-saudara kita meneriakkan kata-kata mutiara para tamu kita dahulu, "Islam adalah agama rahmatan lil alamin!", "Toleransi!", "Toleransi!", "Toleransi!"

[1] ng adalah singkatan dari ngaji generation

Baca Juga:

Iklan

Posted on 27 Februari 2010, in Kritik Pemikiran, Politik. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Kelas IX D
    1. C
    2. D
    3. C
    4. A
    5. A
    6. B
    7. C
    8. B
    9. A
    10. A

    Suka

  2. MAULIDA YULIANI 9 D

    Kelas :9D
    1.C
    2.D
    3.C
    4.A
    5.B
    6.A
    7.A
    8.C
    9.A
    10.A

    Suka

  3. hadi supriyatna

    hadi supriyatna
    april 7,2010
    IX D

    1.C
    2.D
    3.C
    4.A
    5.A
    6.B
    7.C
    8.B
    9.A
    10.A

    Suka

  4. Tulisan yang lucu, tapi nyindirnya kena banget. Ketika Anda memuliakan tamu, Obama, pada saat itu pula Anda menerima ide2 dari Barat. Isu radikalisme, terorisme, dan sebagainya menyeruak ke akal. Sementara “file2” penting semacam SDA, keutuhan negeri, degradasi fungsi keluarga mengalami kerusakan, corupt.
    Sayang kok kebanyakan komennya ttg pengumuman nilai kuliah.

    Suka

    • itu jawaban anak-anak yang agak error, dikasih soal ulangan, namun jawabnya di postingan yang lain, nanti klo mereka semakin mahir biar senyum-senyum sendiri klo ingat waktu belajarnya dulu.

      Suka

  5. wildan atoe relez

    cara untuk menginstall ngaji rar ky apalah……makasih….

    Suka

  6. nice post masbro …. itu virus sdh banyak bertebaran pisan di mana-mana …. 🙂

    Suka

  7. Humornya cukup berat tadz, kalau kd ngerti malah tanganga dan mengernyitkan dahi…#HumorTingkatTinggi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s