Nikah Dengan Niat Akan Bercerai

Bila seseorang (misalnya musafir) berniat menikahi wanita hingga waktu tertentu kemudian menceraikannya, tetapi akad nikahnya adalah akad mutlak (tidak disebutkan dalam akad bahwa nikahnya sekian hari/bulan/tahun), maka mengenai hal ini terdapat tiga pendapat:

Pendapat pertama: “Ini adalah nikah yang dibolehkan, dan ini pendapat jumhur/mayoritas”.

Berkata Qodli Abu Bakar Al Baqillani[i]:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ مَنْ نَكَحَ نِكَاحًا مُطْلَقًا وَنِيَّته أَلَّا يَمْكُث مَعَهَا إِلَّا مُدَّة نَوَاهَا فَنِكَاحه صَحِيح حَلَال ، وَلَيْسَ نِكَاح مُتْعَة ، وَإِنَّمَا نِكَاح الْمُتْعَة مَا وَقَعَ بِالشَّرْطِ الْمَذْكُور

Dan mereka bersepakat bahwa sesungguhnya orang yang menikah dengan nikah mutlak dan dia meniatkan tidak akan bersama wanita tersebut kecuali dalam waktu yang diniatkannya maka nikahnya adalah nikah yang sah dan halal, dan bukan nikah mut’ah, karena nikah mut’ah hanyalah nikah adalah nikah dengan syarat (waktu tempo) yang disebutkan (dalam akad).

Ini juga pendapatnya Syaikh bin Bâz (dalam Fatâwâ Islâmiyyah)& Ibnu Taymiyyah, Ibnu Taymiyyah[ii] menyatakan :

وَالصَّحِيحُ أَنَّ هَذَا لَيْسَ بِنِكَاحِ مُتْعَةٍ وَلَا يَحْرُمُ وَذَلِكَ أَنَّهُ قَاصِدٌ لِلنِّكَاحِ وَرَاغِبٌ فِيهِ ؛ بِخِلَافِ الْمُحَلِّلِ ؛ لَكِنْ لَا يُرِيدُ دَوَامَ الْمَرْأَةِ مَعَهُ . وَهَذَا لَيْسَ بِشَرْطِ ؛ فَإِنَّ دَوَامَ الْمَرْأَةِ مَعَهُ لَيْسَ بِوَاجِبِ ؛ بَلْ لَهُ أَنْ يُطَلِّقَهَا . فَإِذَا قَصَدَ أَنْ يُطَلِّقَهَا بَعْدَهُ مُدَّةً فَقَدْ قَصَدَ أَمْرًا جَائِزًا

Yang benar bahwa ini bukan termasuk nikah mut’ah dan tidak diharamkan. Sebab, dia berniat menikah dan menyukainya, berbeda dengan muhallil; tetapi dia tidak menghendaki wanita tersebut terus menyertainya. Dan ini bukan syarat; sebab wanita terus menyertainya bukanlah suatu kewajiban, bahkan dia berhak untuk menceraikannya. Jika seseorang berniat menceraikannya setelah beberapa waktu, maka dia meniatkan perkara yang diperbolehkan

Pendapat kedua : Haram, (ini pendapatnya Al Auza’i, juga Al Utsaimin) disamakan dengan mut’ah atau nikah tahlil yang tidak dibolehkan.

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat pertama, karena niat tidak termasuk syarat atau rukun nikah. Al-Hasan bin ‘Ali sering bercerai, sampai sampai Aly kw berkata kepada manusia: janganlah kalian menikahkan anak kalian dengan Hasan karena dia akan menceraikannya. Nikah ini berbeda dengan nikah muhallil (menikahi wanita yang ditalak 3 kemudian dicerai agar suami pertama yang mentalaknya bisa kembali ke istrinya), perbedaannya telah dijelaskan Ibnu Taymiyyah, dan juga bukan nikah mut’ah. Kalau nikah mut’ah otomatis berakhir tatkala waktu nya habis, sedangkan nikah dengan niat cerai nikahnya tetap abadi sampai suami menceraikan, dan jika tidak diceraikan maka tetap berlangsung selamanya.

Disisi lain, niat akan menceraikan tidak otomatis menjadikan jatuhnya cerai. Zaid (bin Haritsah) pernah berniat menceraikan isterinya, dan dengan niat itu tidak membuat isterinya keluar dari kedudukannya sebagai isteri. Bahkan ia tetap menjadi isterinya hingga dia benar-benar menceraikannya[iii].

Akan tetapi walaupun halal, Imam Malik mengatakan:

لَيْسَ هَذَا مِنْ أَخْلَاق النَّاس

Ini bukan akhlaqnya manusia.

Meskipun ini halal, namun hendaknya kita berfikir apakah kira-kira kita ridlo jika kita punya putri atau saudara perempuan dinikahi dg seperti ini, kalau tidak maka tidak usah berfikir untuk melakukannya (walaupun orang sekarang mungkin banyak yang ridlo). Kalau mau nambah lagi ya yang serius dan penuh tanggung jawab.

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga dia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai (kebaikan) untuk dirinya sendiri.”(HR Bukhari (no.12))

Allahu a’lam [M. Taufik NT].


[i] An Nawawi, Syarh Sahih Muslim, 5/76

[ii] مجموع فتاوى ابن تيمية juz 8 hal 258

[iii] Lihat Asbabun Nuzul QS. Al-Ahzaab: 37, Sahih Muslim hadits no. 259, At Tirmidzi No.3131

[iv] Syarh sahih muslim, 5/76

Posted on 13 Januari 2010, in Fiqh, Ikhtilaf. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s