Amanah


إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

 Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Q. S. Al Ahzab 33:72)

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q. S. An-Nisaa‘: 58)

Dan dalam hadits Rasulullah SAW;
tidak ada iman bagi orang yang tidak ada amanah baginya.”

Dan hadits tanda orang munafiq yang tiga:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ


Apabila bicara ia bohong, apabila berjanji ia menyalahi, apabila diberi amanah ia berkhianat.” (hr Bukhari Muslim)

Sesungguhnya perkara amanah adalah sesuatu yang sangat besar. Langit, bumi dan gunung-gunung merasa khawatir dan takut untuk memikulnya, yang akhirnya dipikul oleh manusia.

Imam Qurtubi dalam tafsirnya menerangkan bahwa yang dimaksud dengan amanah adalah semua tugas-tugas keagamaan, yakni segala perintah dan larangan-Nya. Dalam Hadits riwayat Imam Tirmidzi Rasulullah bersabda: Allah berkata kepada Adam as: Wahai Adam, aku telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi, mereka tidak mau dan tidak mampu memikulnya, maukah engkau memikulnya?, Adam berkata: apa amanah itu wahai Tuhanku? Jawab Allah : sesuatu yang jika engkau laksanakan engkau Aku beri imbalan, sedangkan jika engkau sia-siakan maka engkau akan kusiksa maka Adampun mengembannya, setelah mengemban amanah ini Adam hanya tinggal sekitar waktu shalat dzuhur sampai asar saja di surga sampai syaitan menggelincirkannya.

Sesungguhnya amanah itu ada didalam apa-apa yang telah Allah turunkan, Al Qur’an dan As Sunah adalah amanah sekaligus nikmat yang harus kita pertanggung jawabkanapakah telah kita terapkan atau belum?, marilah kita mengevaluasi diri kita, apakah kita sudah menjadi orang yang amanah atau belum dengan mempertanyakan kepada diri kita sendiri.

Dalam hal ibadah, apakah kita telah menunaikan apa yang diwajibkan Allah dengan ikhlash kepada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya SAW tanpa adanya penambahan dan pengurangan, menjunjung tinggi segala perintah, menjauhi segala larangan, takut dan cinta kepada Allah secara sembunyi dan terang terangan,  menyembah Allah seolah olah kita melihat-Nya, jika kita tidak melihatnya maka sesungguhnya Dia melihat kita?, sudahkah kita mengaplikasikan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, berhaji ke baitullah dan ber’umrah kalau mampu?, sudahkah kita melakukan semua itu hanya karena ingin mendapat keridhaan-Nya, ataukah kita melakukannya hanya karena kebiasaan saja?

Dalam hal mu’amalat, sudahkah kita memperlakukan saudara-saudara kita sebagaimana kita menginginkan orang lain memperlakukan kita? Sudahkah kita bergaul dengan mereka dg tutur kata yang baik, sudahkah kita menasihati saudara-saudara kita yang lalai mengemban amanah ini? Sudahkah kita minta nasehat mereka jika kita lalai?

Dalam hubungan dengan Istri yang diamanahkan kepada kita, sudahkah kita memelihara dan mendidiknya serta tidak mengungkap rahasianya? Dalam sebuah hadits yang shahih dari nabi saw bersabda:
Sesungguhnya sejahat-jahat manusia kedudukannya disisi Allah pada hari qiyamat adalah seorang laki laki yang bersetubuh dengan istrinya, dan kemudian salah satu dari keduanya membuka rahasia yang lainnya.”

Amanah juga ada dalam jual beli, sewa-menyewa, maka sebagai seorang pedagang sudahkah kita memenuhi takaran atau timbangan, sudahkah menjelaskan aib barang dagangan kita?. Sebagai pembeli pun tidak boleh mengkhianati penjual dengan mengurangi harga, atau tidak mau membayar hutang padahal kita mampu membayarnya.

Pengurus pengurus anak yatim, pengurus mesjid dan orang-orang yang diberi wasiat, mereka semua termasuk orang-orang yang diberi amanah, wajib melaksanakan amanah dengan yang lebih baik.

Begitu juga amanah ada yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran. Maka wajib atas orang yang melaksanakan itu, baik itu pembuat-pembuat kurikulum, rektor dan seterusnya untuk memelihara amanah yang telah diberikan, membekali siswa/mahasiswa dengan ilmu dan amal, agama dan dunia, ibadah dan akhlak.

Dan sebagian dari amanah adalah menjaga ujian dari permainan. Membuat soal yang sesuai kemampuan berpikir dan keilmuan, Karena kalau soal yang dibuat ternyata diatas kemampuan siswa maka akan menyusahkan dan menghancurkan mental mereka serta menyia-nyiakan seluruh tahun ajaran mereka, dan kalau ternyata lebih rendah (mudah) dari kemampuan mereka maka soal soal itu memudharatkan pada keilmuan mereka secara umum.

Termasuk dalam hal ini adalah pengawas ujian, agar  tidak membiarkan satu kesempatan pun untuk bermain (menyontek), dan tidak berkolusi dengan anak anaknya, anak kerabatnya maupun anak temannya semuanya sama sama berada dalam tanggung jawab pengawas.

Begitu juga dalam hal kekuasaan, kalau kita seorang penguasa, sudahkah kita memperhatikan kemakmuran dan keimanan rakyat, sudahkah kita melayani mereka, sudahkah kita tahu kondisi dan kebutuhan mereka, apakah kebijakan yang kita ambil akan menyengsarakan mereka atau tidak, lebih dari itu apakah kita mengatur mereka sesuai dengan apa yang Allah minta? Tidakkah kita bercermin kepada Umar ra tatkala berkata:

seandainya ada seekor baghal/keledai tergelincir di ‘Iraq, niscaya akulah yang akan diminta pertanggung jawabannya, mengapa aku tidak meratakan jalannya

kalau kita adalah panglima militer, sudahkah kita bertanggung jawab atas dibantainya 6000 saudara-saudara kita di Afghanistan, tewasnya jutaan anak-anak di Iraq karena embargo ekonomi dan obat-obatan, diperkosanya 26 ribu muslimah bosnia oleh Serbia?. Sudahkah kita bercermin kepada rasululah saat mendengar seorang muslimah ditarik jilbabnya oleh kelompok yahudi, maka Rasulullah segera bertindak keras kepada para yahudi tersebut?

Begitu juga Seorang qadhi adalah amin (orang yang diberi amanah), mereka wajib melakukan segala hal yang berhubungan dengan pengadilan mereka menurut cara-cara yang Allah turunkan, Rasulullah bersabda:

القضاة ثلاثة : قاض في الجنة، وقاضيان في النار، قاض عرف الحق فقضي به فهو في الجنة  وقاض عرف الحق فجار متعمدا فهو في النار، وقاض قضي بغير علم فهو في النر

(Hr Abu Daud, Tirmizdi dan Ibn Majah)

Semoga Allah selalu memberi taufik kepada kita  semua untuk menunaikan amanah yang dibebankan pada kita dengan penuh tanggung jawab. Dan semoga Allah memelihara kita dari menyia-nyiakan, meremehkan dan menghianatinya.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم، ونفعني واياكم بما فيه من الايات ولذكر الحكيم اقول قولي هاذا واستغفرالله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه انه هوالغفور الرحيم

Iklan

Posted on 22 Februari 2008, in Khutbah Jum'at. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s