Fakta Peristiwa Black September Terungkap

Satu lagi fakta tentang peristiwa Black September terungkap, satu hari sebelum Komisi Penyidik Peristiwa 11 September menyampaikan laporan finalnya. Video hasil pengamatan di Bandara Internasional Washington Dulles memperlihatkan situasi tanggal 11 September 2001, di pagi hari. Dalam video itu terlihat 4 orang pelaku pembajakan pesawat, melalui pemeriksaan deteksi logam, dan pemeriksaan tambahan di bandara tersebut. Namun, keempatnya kemudian diijinkan masuk ke pesawat yang kemudian di tabrakan ke markas Pentagon.

Video itu juga memperlihatkan, bagaimana petugas bandara memeriksa tas salah seorang pelaku pembajakan Nawaf Al-Hazmi, untuk mencari barang-barang yang bersifat eksplosif sebelum akhirnya mengijinkan Al-Hazmi naik ke pesawat American Arlines dengan nomor penerbangan 77 dengan saudara laki-lakinya Salem, yang juga ikut membajak pesawat tersebut.
Detail-detail lainnya dalam video yang agak buram itu sulit terlihat. Namun apa yang terlihat dalam video itu, sesuai dengan laporan awal Komisi Penyidik Peristiwa 11 September, bahwa para pelaku menjalani proses pemeriksaan rutin seperti yang dilakukan di setiap bandara. Tidak ditemukan pisau atau benda-benda tajam dalam pemeriksaan tersebut.
Namu para penyidik dalam Komisi itu merasa yakin, para pembajak yang naik dari bandara Dulles membawa pisau serbaguna yang mungkin ia bawa sendiri atau dimasukkan ke tas mereka. Benda-benda tajam yang ukurannya kurang dari 4 inci, pada saat itu diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat karena dianggap tidak membahayakan. Dalam video tersebut, petugas bandara tidak menanyakan tentang keberadaan pisau tersebut.
Video tersebut memperlihatkan para pembajak Khalid Al-Mihdhar dan Majed Moged, mengenakan setelan celana panjang dan kemeja, melalui pemeriksaan metal detektor. Alarm berbunyi saat Moged melalui pemeriksaan tersebut, dan petugas bandara akhirnya memeriksa Moged dengan metal detektor tangan.
Kedua orang itu kemudian diketahui membeli dan membayar tiket dengan uang tunai di konter American Airline di bandara Baltimore, pada tanggal 5 September 2001. Al-Mihdhar dan Nawaf Al-Hazmi, sejak tahun 1999 sudah diketahui sebagai anggota Al-Qaeda oleh National Security Agency AS, dan dimasukkan dalam daftar teroris pada 24 Agustus 2001.
Sementara itu, pembajak lainnya Hani Hanjour, yang diduga memegang kendali pilot penerbangan 77, dalam video tersebut terlihat lolos dari pemeriksaan metal detektor.
Pesawat American Arline dengan nomor penerbangan 77, pada tanggal 11 September itu membawa 58 penumpang termasuk para pembajak, 6 kru pesawat dan 125 pegawai Pentagon. Semua penumpangnya tewas, saat pesawat naas itu dihantamkan ke markas besar militer AS Pentagon pada pukul 09.39 pagi waktu AS.
Kantor Berita Associated Pers mendapatkan rekaman video itu dari firma hukum Montley Rice, yang mewakili para keluarga korban yang mengajukan tuntutan terhadap perusahaan penerbangan dan perusahaan alat-alat pengamanan atas peristiwa 11 September.
Salah seorang kuasa hukum di firma tersebut, Ron Motley mengatakan, meski alarm berbunyi, pihak airline dan bandara ternyata tidak memeriksa lebih teliti tas-tas milik para pembajak, untuk menemukan senjata yang mereka gunakan dalam serangan itu, seperti diatur dalam undang-undang negara federal dan standar penerbangan internasional.(ln/ap/eramuslim)

Posted on 25 Juli 2004, in Politik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s