<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk math-76.co.nr</title>
	<atom:link href="http://mtaufiknt.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mtaufiknt.wordpress.com</link>
	<description>Math, Education &#38; Information</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 03:05:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Soal-Soal Analysis Real A oleh mtaufiknt</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/29/soal-soal-analysis-real-a/#comment-28</link>
		<dc:creator>mtaufiknt</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:05:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/?p=130#comment-28</guid>
		<description>belum tepat. ingat konsep logaritma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>belum tepat. ingat konsep logaritma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Soal-Soal Analysis Real A oleh farihatunnajiha22</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/29/soal-soal-analysis-real-a/#comment-27</link>
		<dc:creator>farihatunnajiha22</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:36:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/?p=130#comment-27</guid>
		<description>n0 &gt; 10 pangkat 7/epsilon</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>n0 &gt; 10 pangkat 7/epsilon</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Soal-Soal Analysis Real A oleh mtaufiknt</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/29/soal-soal-analysis-real-a/#comment-26</link>
		<dc:creator>mtaufiknt</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:44:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/?p=130#comment-26</guid>
		<description>jawaban sudah hampir benar, namun pemilihan n0 nya masih keliru. Berapa n0 nya agar 

10 pangkat 7/n0 &lt; epsilon</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jawaban sudah hampir benar, namun pemilihan n0 nya masih keliru. Berapa n0 nya agar </p>
<p>10 pangkat 7/n0 &lt; epsilon</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Soal-Soal Analysis Real A oleh farihatunnajiha22</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/29/soal-soal-analysis-real-a/#comment-25</link>
		<dc:creator>farihatunnajiha22</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 14:39:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/?p=130#comment-25</guid>
		<description>{10 pangkat 7/n}n=1 sampai tak hingga konvergen ke 0
adb utk setiap epsilon &gt; 0 ada n0 € N sehingga utk setiap n ≥ n0, │10 pangkat 7/n – 0│ 0
bukti:
ambil sebarang epsilon &gt; 0 
pilih n0 &gt; 10 pangkat 7/n, n0 € N
sehingga untuk setiap n ≥ n0 berlaku
│10 pangkat 7/n – 0│ = │10 pangkat 7/n│
= 10 pangkat 7/n ≤ 10 pangkat 7/n0 &lt; epsilon</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>{10 pangkat 7/n}n=1 sampai tak hingga konvergen ke 0<br />
adb utk setiap epsilon &gt; 0 ada n0 € N sehingga utk setiap n ≥ n0, │10 pangkat 7/n – 0│ 0<br />
bukti:<br />
ambil sebarang epsilon &gt; 0<br />
pilih n0 &gt; 10 pangkat 7/n, n0 € N<br />
sehingga untuk setiap n ≥ n0 berlaku<br />
│10 pangkat 7/n – 0│ = │10 pangkat 7/n│<br />
= 10 pangkat 7/n ≤ 10 pangkat 7/n0 &lt; epsilon</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KENAPA JUMLAH RAKAAT SHALAT TARAWIH BERBEDA-BEDA? oleh mtaufiknt</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/03/kenapa-jumlah-rakaat-shalat-tarawih-berbeda-beda/#comment-19</link>
		<dc:creator>mtaufiknt</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:42:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/03/kenapa-jumlah-rakaat-shalat-tarawih-berbeda-beda/#comment-19</guid>
		<description>@massto: yang 2-1 pakai riwayat bukhory dari abdullah b. umar : صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى . Yg 3 rakaat 1 salam pakai riwayat bukhori dari aisyah :...ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا ...bahkan 5 rakaat witir dg 1 salam pun juga ada dalil riwayat bukhory dari aisyah: ...يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لَا يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إِلَّا فِي آخِرِهَا...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@massto: yang 2-1 pakai riwayat bukhory dari abdullah b. umar : صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى . Yg 3 rakaat 1 salam pakai riwayat bukhori dari aisyah :&#8230;ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا &#8230;bahkan 5 rakaat witir dg 1 salam pun juga ada dalil riwayat bukhory dari aisyah: &#8230;يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لَا يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إِلَّا فِي آخِرِهَا&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KENAPA JUMLAH RAKAAT SHALAT TARAWIH BERBEDA-BEDA? oleh Massto</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/03/kenapa-jumlah-rakaat-shalat-tarawih-berbeda-beda/#comment-17</link>
		<dc:creator>Massto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 11:33:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/2009/09/03/kenapa-jumlah-rakaat-shalat-tarawih-berbeda-beda/#comment-17</guid>
		<description>kalau sholat witir 3 rakaat, ada yg mengerjakan dengan cukup 1 kali tasyahud. ada juga yg mengerjakan 2 rakaat salam trus ditambah 1 rakaat salam.

mana yg dalilnya lebih shohih ust?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau sholat witir 3 rakaat, ada yg mengerjakan dengan cukup 1 kali tasyahud. ada juga yg mengerjakan 2 rakaat salam trus ditambah 1 rakaat salam.</p>
<p>mana yg dalilnya lebih shohih ust?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kontak Kami oleh alipirbudiman</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/kontak-kami/#comment-9</link>
		<dc:creator>alipirbudiman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 08:46:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.890m.com/?page_id=7#comment-9</guid>
		<description>ingatkah dengan kawal yang sehari-harinya berjualan ini? Subuh selepas subuh menjinjing bakul pergi ke pasar, pagi mengajar, sore berjualan, malam berjualan, tengah malam keuyuhan, demi mencari rezeki yang halal yang ditebarkan Allah di muka bumi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ingatkah dengan kawal yang sehari-harinya berjualan ini? Subuh selepas subuh menjinjing bakul pergi ke pasar, pagi mengajar, sore berjualan, malam berjualan, tengah malam keuyuhan, demi mencari rezeki yang halal yang ditebarkan Allah di muka bumi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Penyapu Jalan Tewas Kelaparan oleh Noor Zainab</title>
		<link>http://mtaufiknt.wordpress.com/2008/06/09/penyapu-jalan-tewas-kelaparan/#comment-6</link>
		<dc:creator>Noor Zainab</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 02:58:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mtaufiknt.wordpress.com/?p=26#comment-6</guid>
		<description>Keadaan bangsa kita saat ini sungguh sangat memprihatinkan.
Kemiskinan dan kebodohan tidak hanya menggerogoti golongan lemah, golongan penguasa pun dengan bodohnya rela menjual aset-aset negara yang seharusnya menjadi amanat untuk dipergunakan demi kemakmuran rakyat.
Baru-baru ini Garuda diprivatisasi, esok apalagi?
Kalau ini dilakukan pemerintah terus dan terus, kita hanya akan menunggu kebankrutan.
kita hanya akan menjadi budak hutang negara adikuasa.
Mari kita berjuang mengubah pola pikir bangsa ini sehingga akan ada perubahan menuju kepada kebenaran hakiki. Bersama mencari jalan keluar, berpandangan jauh ke masa depan.
Tidak terlena pada keuntungan sesaat yang berujung pada kerugian berkepanjangan.

Perkenankan sebuah puisi ini tampil sebagai wujud cerminan sebagian anak bangsa

Ketika Awal Berakhir

Ketika seorang bayi terlahir ke dunia,
Ia disambut dengan senyum dan tangis bahagia
Tetapi...ketika ajal datang menjemputnya,
Rundungan kesedihan melepaskan kepergiannya


Ketika mentari terbit di ufuk timur,
Kau manusia lebih suka menyelimuti diri dengan 
Mimpi yang tak pasti
Sedangkan saat mentari terbenam di arah kiblat,
Kau malah bersuka cita menyambut kedatangan gelap dengan
 Sikap yang tercaci</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keadaan bangsa kita saat ini sungguh sangat memprihatinkan.<br />
Kemiskinan dan kebodohan tidak hanya menggerogoti golongan lemah, golongan penguasa pun dengan bodohnya rela menjual aset-aset negara yang seharusnya menjadi amanat untuk dipergunakan demi kemakmuran rakyat.<br />
Baru-baru ini Garuda diprivatisasi, esok apalagi?<br />
Kalau ini dilakukan pemerintah terus dan terus, kita hanya akan menunggu kebankrutan.<br />
kita hanya akan menjadi budak hutang negara adikuasa.<br />
Mari kita berjuang mengubah pola pikir bangsa ini sehingga akan ada perubahan menuju kepada kebenaran hakiki. Bersama mencari jalan keluar, berpandangan jauh ke masa depan.<br />
Tidak terlena pada keuntungan sesaat yang berujung pada kerugian berkepanjangan.</p>
<p>Perkenankan sebuah puisi ini tampil sebagai wujud cerminan sebagian anak bangsa</p>
<p>Ketika Awal Berakhir</p>
<p>Ketika seorang bayi terlahir ke dunia,<br />
Ia disambut dengan senyum dan tangis bahagia<br />
Tetapi&#8230;ketika ajal datang menjemputnya,<br />
Rundungan kesedihan melepaskan kepergiannya</p>
<p>Ketika mentari terbit di ufuk timur,<br />
Kau manusia lebih suka menyelimuti diri dengan<br />
Mimpi yang tak pasti<br />
Sedangkan saat mentari terbenam di arah kiblat,<br />
Kau malah bersuka cita menyambut kedatangan gelap dengan<br />
 Sikap yang tercaci</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
