Arsip Kategori: Politik
Konsep Islam dalam Pemberantasan Pornografi
Dari Usamah bin Zaid ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda:
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita” (HR. Bukhory dan Muslim).
Buat Yang Berwajah Cantik & Tampan; Buat Kepala Negara …
Suatu ketika, saat sedang mencek kondisi rakyatnya dalam patroli malam, langkah Khalifah Umar bin Khattab r.a terhenti, ketika terdengar wanita bersenandung dari bilik sebuah rumah:
هل من سبيل إلى الخمر فأشربها؟
أو هل من سبيل إلى نصر بن الحجاج
Adakah jalan untuk minuman memabukkan, agar aku meminumnya
Atau adakah jalan kepada Nashr bin Hajjaj?
Khilafah & Suku Quraisy
Sebagian kalangan menuduh HT sebagai ahlul ahwa’ wal bid’ah karena tidak mensyaratkan suku Quraisy dalam pengangkatan seorang khalifah. Benarkah HT tidak mensyaratkan suku Quraisy dalam pengangkatan khilafah? Benarkah yang tidak mensyaratkannya layak dicap ahlul ahwa’ wal bid’ah?
Tidak Ada Paksaan Untuk (Memasuki) Agama (Islam)
Sebagian orang menganggap ayat ke 256 dalam surat al Baqarah ini menjadi dalil bahwa orang bebas berbuat maksiyat, jangan memaksa orang lain untuk berbuat ta’at (misalnya dengan membuat peraturan), dan bahwa syari’at Islam hanya untuk pemeluknya saja. tulisan ringkas ini memberikan penjelasan ketidaktepatan anggapan tsb.
Memutus Mata Rantai Neoimperialisme di Indonesia
Oleh : M. Taufik N.T (Insya Allah Disampaikan dalam Diskusi Publik: “Neoimperialisme Merampas Kemerdekaan Indonesia” di Aula Bapelkes Banjarbaru, pada Sabtu, 13 Agustus 2011)
Audio- Rekaman: Al Qur’an; Menyusahkan atau Obat
Al Qur’an diturunkan bukan untuk menyusahkan (QS. Thaha), namun bagi orang yang pandangannya materialistis, kehidupan Rasulullah setelah menerima Al Qur’an berubah drastis menjadi “susah” … sekarang umat Islam yang memegang teguh Al Qur’an juga dibuat “susah” dg Isu-isu miring seperti terrorisme … yang banyak kasus sengaja dibuat orang yang memusuhi Islam. Download di sini (rekaman ceramah Ramadhan 1431 H, di masjid Mujahidin Banjarmasin)
Neo-Colonialism Mencengkeram NKRI
Oleh : M. Taufik N.T.
Pendahuluan
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia diluar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja dan pasar wilayah tersebut. Neokolonialisme merupakan kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama) [1]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, disebutkan bahwa neokolonialisme adalah kolonialisme (penjajahan) cara baru (misalnya penjajahan ekonomi, kebudayaan): bantuan negara asing yang terlalu mengikat akan menimbulkan bentuk neokolonialisme[2].
Isra’ Mi’raj dan Perubahan Kepemimpinan Manusia
Oleh: M. Taufik N.T *)
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ada isyarat akan berpindahnya kepemimpinan manusia dari bani Israil kepada Nabi Muhammad dan umatnya. Isyarat ini dijelaskan oleh Syeikh Shafiyyurrahmân al-Mubârakfûriy (w. 1427H), pemenang hadiah pertama pertandingan seerah (sejarah kehidupan Rasul), Rabitah Alam Islamy, Mekkah, dalam kitab sirohnya, Ar Rahîqum Makhtûm… dalam surat al Isra yang berisi 111 ayat, ternyata yang menceritakan peristiwa isra’ hanya satu ayat, yakni ayat pertama, setelah itu ayat berikutnya justru berbicara tentang kejahatan bani Israil dan informasi kehancuran mereka akibat kejahatan mereka.
Definisi Negara Islam … Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Negara Islam : Negara yg setiap perilaku politiknya didasarkan atas nilai-nilai atau ajaran agama Islam yg bersumber pd Alquran dan hadis Nabi Muhammad saw.
Negara sekular: negara yg memisahkan agama politik negara;
Negara Kapitalis: negara yg menganut paham kapitalisme
Kapitalis: kaum bermodal; orang yg bermodal besar; golongan atau orang yg sangat kaya;
Kapitalisme: sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yg modalnya (penanaman modalnya, kegiatan industrinya) bersumber pd modal pribadi atau modal perusahaan swasta dng ciri persaingan dl pasaran bebas
Syari’ah, NII, Terorisme, Radikalisme & Intelijen (Kumpulan Berita)
Akhir-akhir ini banyak berita senantiasa dikaitkan dengan NII (entah siapa dalang NII sebenarnya), lebih dari itu, terasa bahwa syari’ah Islam kemudian dicitrakan sebagai negatif, harus diwaspadai, bahkan harus diberantas, padahal justru tanpa syari’ah negeri ini tergadai ditangan penjajah, kekayaan alam yang melimpah juga tidak dinikmati rakyat, namun sebagian besar justru lari keluar negeri. Berikut kumpulan link (tinggal di klik) berita-berita tersebut, pembaca bisa menganalisa sendiri.
Sunnah Nabi SAW atau Sunnah Hiraqlius & Kaisar?
Oleh: M. Taufik N.T
Aneh rasanya membaca beberapa blog dan artikel yang begitu “jeli” mengkritik konsep khilafah dengan sudut pandang, yang menurut mereka dikatakan “As Sunnah”, namun disisi lain mereka tidak melihat sedikitpun penyimpangan negara yang kata mereka sebagai penegak tauhid, pelopor dakwah sesuai sunnah, dan penghancur bid’ah. Sunnah siapa sebenarnya yang dijadikan rujukan?
Mewujudkan Perubahan Hakiki (Belajar dari Gagalnya Revolusi di Negeri-Negeri Muslim) (via Pondok 24 : The Siyasah Center)
Tulisan teman, baik untuk disimak, sekalian ngetes fitur Reblogging Post pada wordpress, tinggal klik maka terposting di blog kita, tidak perlu copy paste
Mu’ammar Khadafi , Aborsi & Kerahiban Wanita
Ini adalah informasi lama yang dulu, meskipun sudah disampaikan, namun sepertinya tidak dipedulikan mayoritas umat Islam, sehingga dibalik jubah Islamnya banyak umat terkelabui akan sosok sebenarnya Mu’ammar Khadafi, bahkan di beberapa negara dia membangun Islamic Center, banyak yang terpukau dengan Khadafi hanya karena ia berani tegas bicara menentang Amerika dan Israel. Khadafi juga terkenal dengan "Buku Hijau"-nya (Kitabul Akhdlar/Green Book) mengijinkan berkembangnya faham atheisme di tanah Islam yang bernama Libya.

