Arsip Kategori: Dakwah
Hakekat ‘Ashabiyyah (Fanatisme)
Sering kali kita dengar perkataan: “anda jangan ashobiyyah” padahal bisa jadi yg mengatakan itu karena ashobiyyah (yakni melihat kok kebenaran ada pada kelompok lain) namun ia tidak merasa, tulisan ini perlu kita renungkan bersama, semoga Allah menjaga kita dari sifat buruk tersebut ::..
Khutbah Jum’at – Kalau Memang Tidak Mau, Selalu Ada Alasan, Kalau Keinginan Kuat, Selalu Ada Jalan
Oleh: M. Taufik N.T
Pada Tahun 630 M bertepatan tahun 9 H, ketika musim panas dengan suhu yang sampai pada titik yang sangat tinggi, Rasulullah saw. mewajbkan kaum muslimin yang tidak ada udzur syar’i untuk berangkat ke perbatasan Syam dalam rangka menghadapi pasukan Romawi (Bizantium). Perjalanan dari Medinah ke Syam, selain perjalanan yang panjang juga sangat sukar ditempuh. Perlu ada keuletan, persediaan bahan makanan dan air. Bagaimana sikap kaum Muslimin menyambut seruan ini?.
Ada tiga golongan yang sikapnya berbeda dalam menghadapi seruan ini.
Buku: Beberapa Pemahaman Seputar Perubahan Yang Mesti Diubah
Sungguh
yang akan dihisab Allah swt bukanlah perubahan masyarakat yang terjadi, bukan pula apakah masyarakat telah berubah menjadi Islamy atau tidak, namun yang akan dihisab adalah upaya, keseriusan, kesabaran dan keikhlasan seseorang dalam melakukan proses perubahan.
Sayangnya sebagian umat Islam rancu dalam memahami perubahan, sehingga ada yang hanya berdiam diri menunggu takdir, sementara sebagian lain alhamdulillah sudah berupaya melakukan perbaikan, namun tidak jarang upayanya tidak mengarah kepada penyelesaian yang tuntas atas problem umat, bahkan senantiasa sibuk dan menghabiskan waktu untuk mengerjakan persoalan-persoalan yang muncul akibat terabaikannya akar persoalan umat, yakni tidak diterapkannya sistem Islam dalam kehidupan.
Buku – Upaya Aktif Menjemput Janji Allah Dan Bisyarah Rasullah Saw
Sengaja penulis buat dalam format buku untuk memudahkan pembaca sekalian, dengan harapan semoga lebih bermanfa’at bagi penulis khususnya, dan umat Islam umumnya, juga semoga tercatat menjadi amalan baik disisi Allah SWT.
Boleh disebarkan baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy, boleh juga dicetak (kalau ada percetakan mau mencetak, kalau perlu file word bisa hubungi ana), semua diberikan izin cuma-cuma (gratis). Penulis hanya berharap pembaca berkenan mendo’akan kebaikan bagi penulis, keluarga, dzuriyat dan umat Islam secara umum.
Ukuran : A5 (setengah kwarto)
Tebal : 37 halaman (termasuk sampul)
Penjelasan Bagi yang Salah Faham tentang Hizbut Tahrir
بيان لمن أخطأ عن حزب التحرير
(Penjelasan bagi yang salah faham terhadap Hizbut Tahrir)[1]
Oleh : Musthofa A. Murtadlo — hasil scanannya disini
Pengantar
Ketika kita baca sekilas tulisan tentang Hizbut Tahrir di situs PP Nurul Huda pasti menarik. Mengapa? Karena topik yang dikaji adalah topik yang berkaitan dengan Islam dan kaum Muslimin. Kita, sebagai bagian dari kaum Muslimin, tentu harus menjadikan problem multi dimensional kaum Muslimin serta semua hal yang berkaitan dengan kaum Muslimin sebagai qadhiyyah kita. Kita tidak boleh memiliki karakter yang digambarkan oleh seorang penyair:
Hukum Mencela Agama Lain
Allah swt berfirman,
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." (al-An’am:108).
Islam melarang kaum muslimin mencela sesembahan orang-orang kafir tanpa pengetahuan. Ketentuan ini ditujukan agar pencelaan itu tidak berakibat pencelaan balik terhadap Allah swt. Mencela kekafiran, kesyirikan, dan sesembahan-sesembahan palsu selain Allah swt adalah perkara yang hukum asalnya mubah. Akan tetapi jika pencelaan itu mengakibatkan dicelanya Allah dan kesucian kaum muslimin, maka pencelaan terhadap sesembahan-sesembahan orang-orang kafir tersebut menjadi haram dilakukan.
Rasulullah pun Ditolak
Kadang kita tidak lapang dada ketika orang berbeda pendapat dengan kita, atau memusuhi kita, padahal mungkin kita ikut andil dalam membuat orang tersebut bersikap demikian, misalnya dengan memberikan contoh prilaku buruk kita, atau akhlaq kita yg menurut mereka tidak baik. Rasulullah saw yang akhlaqnya terbaik saja bisa di tolak, bahkan dengan penolakan yg keji, maka … adalah hal yg lumrah kalau kita mendapati yg lebih dari itu.
Bersatu Untuk Meraih Kemuliaan
Oleh M. Taufik N. T (insya Allah disampaikan pd Majlis Syawwal di Bjm tgl 3 okt 2010, download versi word disini)
1. Penentangan Terhadap Dakwah Adalah Sunnatullah
Pertarungan yang sengit antara yang haq dengan yang bathil, antara Islam dengan kufur telah berlangsung sejak fajar kebangkitan Islam, bahkan sejak sebelum Islam. Allah berfirman:
Khutbah Jum’at: Menjadi Umat Terbaik dg Syari’ah
Oleh : M. Taufik N.T download versi word 2007 disini
Konsep Moderasi-Kompromi (al-Wasathiyah)
Oleh: Muhammad Hussein Abdullah
Dewasa ini, begitu banyak istilah-istilah yang dikeluarkan oleh Barat yang dijadikan slogan untuk mengecam kaum Muslimin. Kaum muslimin diklasifikasikan menurut kacamata Barat: ada Muslim yang extremist dan terrorist, ada yang sekadar ‘Islamist’ ada pula yang dinamakan ‘Moderat’ atau ‘Modern’ atau ‘Liberal’…. Bermacam-macam! Kaum muslimin yang sepatutnya menyerang tanggapan-tanggapan Barat yang bukan saja telah mengklasifikasikan mereka dalam batas-batas negara, bangsa, suku, developing country/third world country…. Justru memilih antara klasifikasi-klasifikasi ini…. Mana yang paling sesuai untuk mereka lekatkan pada identiti mereka. Antara yang telah mereka pilih ialah konsep moderasi ini….
Menghilangkan Kerancuan Dalam Masalah Memerangi Hawa Nafsu (Jihadun Nafsi)
Oleh Muhammad Taufik N.T
Sesungguhnya sudah menjadi sesuatu yang diketahui secara nyata, bahwasanya menegakkan khilafah dan mengangkat seorang khilafah untuk kaum muslimin hukum asalnya adalah fardlu kifayah, akan tetapi jika kewajiban ini tidak dapat terealisir dengan aktivitas orang yang memperjuangkannya, maka kewajiban ini meluas hingga menjadi kewajiban setiap muslim, hal ini berlaku untuk setiap fardhu kifayah.
Meskipun demikian, ada sebagian orang yang melarang/tidak menyukai melakukan aktivitas penegakan khilafah sebelum terpenuhinya beberapa perkara, yakni umat Islam harus memerangi (hawa nafsunya) sendiri. Oleh sebab itu jika engkau menyeru mereka untuk sama-sama berjuang dalam hal ini, mereka akan menjawab: yang diwajibkan kepada kita pertama kali adalah memerangi (hawa nafsu) kita, memperbaiki diri dahulu, baru setelah itu kita beraktifitas untuk menegakkan khilafah…. Bagaimana kita menyikapi hal ini?
Amar Ma’ruf Nahy Munkar, Syarat, Jenis Kemunkaran dan Adab-adabnya
Tulisan ini membahas tentang Amar Ma’ruf Nahy Munkar dari sisi Syarat – syaratnya, Jenis Kemunkarannya dan Adab-adabnya, merupakan sebagian dari kitab tulisan Ust. Yasin Bin Ali yg berjudul من أحكام الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر
Adalah sangat disayangkan kalau kita ber’amar ma’ruf nahi munkar namun mengabaikan syarat dan adab-adabnya. Silakan ambil disini (masih bahasa arab).
Amar Ma’ruf Nahy Munkar, Syarat, Jenis Kemunkaran dan Adab-adabnya.docx
Pemahaman Tentang Tujuan
Salah satu sifat orang munafiq adalah tidak memahami tujuan hidupnya, mereka mudah membelokkan tujuan semula ke tujuan lain ketika menghadapi kesulitan sedikit saja. Allah menggambarkan mereka dalam firman-Nya:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ
Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia? (QS. Al Ankabut : 10)
Untuk mengetahui bagaimana menjaga agar ketika kita mempunyai tujuan yang haq, kita bisa mengetahui jalannya, dan tetap teguh menapaki jalan tersebut walau rintangan menghadang, selengkapnya bisa dibaca berikut ini: (masih dlm bahasa arab) kutipan dari kitab – حديث الصيام الجزء الثاني – لجواد عبد المحسن الهشلمون
Sakit dan Obat
Ada dua penyakit, penyakit badan/fisik dan penyakit hati, berikut uraiannya dan bagaimana mengobatinya (masih berbahasa arab) kutipan dari حديث الصيام الجزء الأول karya جواد عبد المحسن الهشلمون
Kemudahan dan Kesulitan
Saat Bilal, Sumayyah, Yasir r.a dan sahabat lain disiksa oleh Abu Sufyan, ‘Umayyah bin Khalaf dan Al Walid Bin Al Mughiroh maka Bilal, Sumayyah dkk melihat Abu Sufyan, ‘Umayyah bin Khalaf dan Al Walid Bin Al Mughiroh dengan kaca mata aqidah sehingga Bilal r.a dkk melihat orang yang menyiksa mereka sebagai orang-orang yang dalam kesulitan, dan melihat diri mereka dalam kemudahan yakni kemudahan memeperoleh hidayah, sehingga mereka r.a memuji Allah atas apa yang orang lain anggap sebagai kesulitan. Selengkapnya di sini (masih dalam bhs arab) kutipan dari حديث الصيام الجزء الثالث karya جواد عبد المحسن الهشلمون

