Arsip Kategori: Mutiara Hadits
Taubatnya Wanita yg Berzina dan Hamil
…Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, ia telah bertaubat sebenarnya yang seandainya dilakukan oleh pemungut pajak pasti akan diampuni.”
Bila Punya Hajat Dunia Maupun Akhirat
Telah berkata kepadaku ‘Ali bin Isa bin Yazid al Baghdadiy…dari Abdullah bin Abi Aufa dia berkata: Telah berkata Rasulullah SAW: barangsiapa punya hajat(keperluan) kepada Allah atau kepada seorang anak Adam maka hendaklah ia berwudhu dan hendaklah ia baguskan wudhunya itu—kemudian hendaklah ia shalat dua raka’at—kemudian hendaklah ia memuji Allah dan bershalawat atas Nabi SAW—kemudian hendaklah ia berkata(berdo’a):
Ridho Siapa yang Dicari?
Oleh: M. Taufik N.T
Salah satu yang membuat hidup menjadi susah adalah jika terlalu memperhatikan pandangan orang lain tentang kita, ingin dipandang baik oleh manusia dan khawatir dibenci manusia. Ketika mau berbuat suatu kebaikan yang dipikirkan adalah “nanti bagaimana pandangan orang kalau saya berbuat ini?”, “apa kata dunia?” … Gara-gara sikap seperti ini, kadang idealisme tergadaikan, yang haram diterjang, yang haq dihalang, teman ditendang, semua hanya karena “apa kata orang”.
Kau dan Hartamu Milik Ayahmu
Jabir r.a menceritakan ada laki-laki yang datang menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ”
“Pergilah kau membawa ayahmu kesini” perintah Beliau saw.
Jangan Berburuk Sangka kpd Mukmin
عَنْ حَارِثَةِ بْنِ النُّعْمَان قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاَثٌ لاَزِمٌ ِلاُمَّتِى : اَلطِّيَرَةُ وَالْحَسَدُ وَسُوْءُ الظَّنِّ. فَقَالَ : وَمَا يُذْهِبُهُنَّ يَارَسُوْلَ اللهِ مِمَّنْ هُنَّ فِيْهِ ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَا حَسَدَ فَاسْتَغْفِرِ اللهَ وَاِذَا ظَنَنْتَ فَلاَ تُحَقِّقْ وَاِذَا تَطَيَّرْتَ فَامْضِ
"Dari Haritha bin an-Nukman berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Tiga perkara yang lazim ada pada umatku: Kepercayaan dengan ramalan sial. Hasad/ dengki. Prasangka buruk . Beliau bertanya: Apakah yang dapat menghilangkan dari itu (semua) wahai Rasulullah bagi orang yang telah ada pada dirinya perkara-perkara tersebut? Baginda bersabda: Apabila berhasad dengki mintalah ampun, apabila berprasangka buruk janganlah diteruskan dan apabila mempercayai tataiyur( ramalan sial ) hendaklah dihapuskan". (HR at-Tabrani).
Jangan Lupa Berserah Diri Pada Allah
Telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Asad Telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Ayyub dari Muhammad dari Abu Hurairah, bahwa Nabiyullah Sulaiman ‘alaihimassalam mempunyai enam puluh isteri dan berkata,
"Sungguh, malam ini aku akan menggilir isteri-isteriku sehingga masing-masing isteriku hamil dan melahirkan seorang penunggang kuda yang berperang fi sabilillah.’ Lantas Sulaiman menggilir isteri-isterinya, namun sama sekali tidak ada yang hamil selain satu orang isteri yang melahirkan separoh orang[1]. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Kalaulah Sulaiman mengucapkan ‘insya Allah’, niscaya setiap isterinya hamil dan melahirkan seorang anak yang berperang fi sabilillah." (HR. Bukhory)
Tiga Bayi yg Bicara dlm Buaian – Kemuliaan di Sisi Manusia Bisa Jadi Kehinaan di Sisi Allah
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Tidak ada bayi yang bisa berbicara saat masih dalam buaian kecuali tiga orang.
Perbedaan Sakitnya Mukmin dgn Sakitnya Munafiq
sesungguhnya seorang mukmin apabila terkena sakit kemudian Allah menyembuhkanya maka sakit adalah penghapus dosanya yang telah lalu dan sebagai nasehat baginya untuk waktu yang akan datang. Dan sesungguhnya orang munafik apabila sakit kemudian disembuhkan maka ia seperti unta yang diikat pemiliknya, kemudian mereka melepaskannya, dan ia tidak mengeatui kenapa mereka mengikatnya, dan tidak mengerti kenapa mereka melepaskannya
Jangan Mudah Men-cap Orang Lain Salah
Hadits Riwayat Imam Bukhori berikut menjadi pelajaran bagi kita untuk hati-hati men-cap orang lain salah, apalagi sesat atau kafir, sebelum benar-benar kita teliti.
Do’a Untuk Anak
Sehebat apapun orang tua menjaga anak-anaknya, dia tidak akan bisa mendatangkan manfa’at kepada anaknya ataupun menolak mudhorot dari anak yg dijaganya tanpa pertolongan Allah SWT , jangankan anaknya, bahkan dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah SWT. Oleh sebab itu harus disadari betul bahwa kita wajib meminta perlindungan kepada-Nya. Disisi lain kita tidak perlu terlalu risau yg berlebihan tentang keluarga kita, sehingga keluarga dijadikan alasan untuk meninggalkan sebuah kewajiban yang Allah bebankan di pundak kita.
Mati yg Belum Mati
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda: tujuh perkara yg pahalanya tetap mengalir setelah wafatnya: org yg mengajarkan ilmu, atau mengalirkan sungai, atau menggali sumur, atau menanam kurma (tanaman), atau membangun masjid, atau mewariskan mushaf, atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun untuknya (HR. al Baihaqi dan Abu Nu’aim)
Sedekah Terbaik
Sebaik-baik sedekah adalah seseorang muslim yg mempelajari suatu ‘ilmu, kemudian dia mengajarkan ilmunya tersebut kepada saudaranya (HR. Ibnu Majah dg sanad hasan)
Orang yang Pertama Kali di Hisab
Orang yang mati syahid, orang yang belajar dan mengajarkan al Qur’an sampai orang yang dermawan pun bisa dilempar ke neraka, gara-gara niat…
Seputar Hadits Kembali Berdirinya Khilafah ‘Ala Minhaaj Al-Nubuwwah
Oleh : M. Taufik N. T
Di beberapa situs internet ada yang meragukan hadits Imam Ahmad tentang akan kembali berdirinya khilafah ‘ala minhaaj al-nubuwwah, dengan hanya mengandalkan dugaan semisal: “Saya (penulis blog tsb[1]) menduga kuat bhw Habib (bin Salim, perowi hadits) mencari muka di depan khalifah”. Disisi lain ia justru memakai perkataan Habib Bin salim yang dia pandang “bermasalah” untuk menyatakan: “Kalau khilafah ‘ala minhajin nubuwwah periode yg kedua baru muncul di akhir jaman maka Umar Bin Abdul Azis termasuk golongan para raja yang ngawur
”. Anehnya kalau hadits ini diragukan, namun tidak terungkap adanya keraguan saat menulis kelamnya sejarah semisal : “Pasukan tentara Bani Abbas menaklukkan kota Damsyik, ibukota Bani Umayyah … mereka menggali kembali kuburan Mu’awiyah serta Bani Umayyah lainnya. Dan ketika mendapati jasad Hisyam bin Abdul Malik masih utuh, mereka lalu menderanya dengan cambuk-cambuk dan menggantungkannya di hadapan pandangan orang banyak selama beberapa hari, kemudian membakarnya dan menaburkan abunya”
Tidak Masuk Surga Pemungut Pajak/Cukai
Ini salah satu kemungkaran yang jarang dibahas oleh para da’i, bahkan di sebagian terjemahan kitab al kabâirnya Imam adz Dzahabi (wafat 784 H) bab ini sengaja dibuang.

