Arsip Kategori: Filsafat Ilmu
Nilai Analisis Real 1 dan Filsafat Ilmu (2010)
Yang belum berhasil, harap bersabar, dan lebih giat lagi belajar, ada kehidupan yang lebih indah dari sekedar nilai yg tinggi, selamat menjalankan ibadah puasa 1431 H.
nilai sebenarnya jauh lebih rendah dari itu, penentuan kelulusan ini memakai patokan nilai rata-rata.
Kuliah Filsafat Ilmu
Untuk mahasiswa yang mengambil mata kuliah filsafat ilmu, berikut bacaan penunjang yang bisa di baca (hasil download, semoga bermanfaat bagi penulisnya):
1. Hasil Googling: Filsafat Ilmu
2. At Tafkiir (Bahasa Arab)
3. Kecepatan Berpikir (Bahasa Arab)
4. Imam Al Ghazali : Tahafut Al Falasifah (Arab) — menguraikan bahaya filsafat
5. Ibnu Rusyd : Tahafut – Tahafut (Arab) — bantahan kitab Tahafutnya Al Ghazali
6. Al Ghazali : Mi’yaarul ‘Ilmi (Arab) — tentang logika
7. Filsafat Ilmu dari Un. Nusantara PGRI Kediri
Tuhan Tidak Ada ? (Hati-Hati Pakai Logika)
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Pengaruh Filsafat Terhadap Kemunduran Islam
Oleh Mohammad Maghfur Wachid, MA
Pengantar
Lahirnya filsafat di Dunia Islam memang tidak dapat dipisahkan dari tradisi ilmu kalam yang mendahuluinya. Sebelumnya, para mutakallimin memang telah menggunakan mantiq (logika) dalam tradisi kalam mereka, baik untuk membantah maupun menyusun argumentasi. Dalam hal ini, bukti paling akurat dapat dilacak dalam kitab al-Fiqh al-Akbar, karya Abu Hanifah (w. 147 H/768 M).[1] Selain menggunakan mantik, beliau juga menggunakan istilah filsafat, seperti jawhar (substabsi) dan ‘aradh (aksiden), yang notabene banyak digunakan Aristoles dalam buku-bukunya.

