Arsip Kategori: Makalah
Homoseksual dan Maqoshid as Syari’ah
Menurut Ridho Triawan, pengurus LSM Arus Pelangi, sebuah yayasan yang menaungi lesbian, gay, waria dan transjender, setidaknya ada 5000 gay serta lesbian yang hidup di Jakarta.[1]
Catatan Atas Buku Membongkar Proyek Khilafah ala Hizbut Tahrir di Indonesia
Oleh: M. Taufik N. T download versi pdf <<di sini>>
Disampaikan dalam bedah buku Membongkar Proyek Khilafah ala Hizbut Tahrir di Indonesia, Sabtu, 19 Mei 2012 di ruang PSB IAIN Antasari Banjarmasin.
Memahami Politik Ekonomi Daulah Khilafah
Oleh: M. Taufik N.T download pdf di sini
Islam membedakan antara pembahasan ekonomi dari segi bagaimana pengadaan (produksi) barang dan jasa dan upaya meningkatkannya, diistilahkan dengan ilmu ekonomi, dengan pembahasan ekonomi dari segi kepemilikan, pemanfaatan, pengembangan dan distribusi harta kekayaan kepada masyarakat, diistilahkan dengan sistem ekonomi.
Tidak Ada Paksaan Untuk (Memasuki) Agama (Islam)
Sebagian orang menganggap ayat ke 256 dalam surat al Baqarah ini menjadi dalil bahwa orang bebas berbuat maksiyat, jangan memaksa orang lain untuk berbuat ta’at (misalnya dengan membuat peraturan), dan bahwa syari’at Islam hanya untuk pemeluknya saja. tulisan ringkas ini memberikan penjelasan ketidaktepatan anggapan tsb.
Memutus Mata Rantai Neoimperialisme di Indonesia
Oleh : M. Taufik N.T (Insya Allah Disampaikan dalam Diskusi Publik: “Neoimperialisme Merampas Kemerdekaan Indonesia” di Aula Bapelkes Banjarbaru, pada Sabtu, 13 Agustus 2011)
Neo-Colonialism Mencengkeram NKRI
Oleh : M. Taufik N.T.
Pendahuluan
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia diluar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja dan pasar wilayah tersebut. Neokolonialisme merupakan kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama) [1]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, disebutkan bahwa neokolonialisme adalah kolonialisme (penjajahan) cara baru (misalnya penjajahan ekonomi, kebudayaan): bantuan negara asing yang terlalu mengikat akan menimbulkan bentuk neokolonialisme[2].
Isra’ Mi’raj dan Perubahan Kepemimpinan Manusia
Oleh: M. Taufik N.T *)
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ada isyarat akan berpindahnya kepemimpinan manusia dari bani Israil kepada Nabi Muhammad dan umatnya. Isyarat ini dijelaskan oleh Syeikh Shafiyyurrahmân al-Mubârakfûriy (w. 1427H), pemenang hadiah pertama pertandingan seerah (sejarah kehidupan Rasul), Rabitah Alam Islamy, Mekkah, dalam kitab sirohnya, Ar Rahîqum Makhtûm… dalam surat al Isra yang berisi 111 ayat, ternyata yang menceritakan peristiwa isra’ hanya satu ayat, yakni ayat pertama, setelah itu ayat berikutnya justru berbicara tentang kejahatan bani Israil dan informasi kehancuran mereka akibat kejahatan mereka.
Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan
Oleh: M. Taufik N.T *)
Hidup sejahtera merupakan dambaan setiap umat manusia. Sebab, tujuan, hidup di dunia adalah mendapatkan kebahagiaan hidup. Lalu, dibuatlah paradigma dan ukuran kesejahteraan[1] berikut policy, taktik, dan cara untuk meraihnya.
Pandangan terhadap kesejahteraan termasuk cara untuk meraihnya sangat tergantung dari sudut pandang manusia terhadap kehidupan ini. Ide kapitalisme dan sosialisme –suatu ideologi yang bercorak materialistik—menempatkan capaian materi, sebagai unsur mendasar bagi kebahagiaan. Keduanya juga memformulasikan strategi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Ketaqwaan dalam Mengelola Kepemilikan Umum
Oleh: M. Taufik N.T
Ketaqwa’an yang akan menjadi sebab dibukanya pintu berkah bukan hanya taqwa dalam masalah ritual individual saja, namun taqwa yang tercermin dengan sikap waspada dari melanggar aturan Allah dalam aspek apapun dan senantiasa tunduk kepada semua perintah Allah disertai keyakinan bahwa hanya aturan Allahlah yang layak untuk mengatur manusia…akibat tiada ketaqwaan dalam pengeloalaan SDA, rakyat tidak merasakan berkah SDA tsb, misalnya Kaltim, rakyat hanya menikmati 9,35% saja dari PDRB, selebihnya (90,65%) lari ke luar khususnya ke Jakarta dan ke luar negeri.
Islam Rahmat bagi Semesta Alam (Maqoshid as Syari’ah)
Oleh: M. Taufik N.T
Allah berfirman dalam surah al-Anbiya’ ayat 107 :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.
Penjelasan Bagi yang Salah Faham tentang Hizbut Tahrir
بيان لمن أخطأ عن حزب التحرير
(Penjelasan bagi yang salah faham terhadap Hizbut Tahrir)[1]
Oleh : Musthofa A. Murtadlo — hasil scanannya disini
Pengantar
Ketika kita baca sekilas tulisan tentang Hizbut Tahrir di situs PP Nurul Huda pasti menarik. Mengapa? Karena topik yang dikaji adalah topik yang berkaitan dengan Islam dan kaum Muslimin. Kita, sebagai bagian dari kaum Muslimin, tentu harus menjadikan problem multi dimensional kaum Muslimin serta semua hal yang berkaitan dengan kaum Muslimin sebagai qadhiyyah kita. Kita tidak boleh memiliki karakter yang digambarkan oleh seorang penyair:
Mendudukan Sejarah Kekhilafahan Islam
Salah satu argumentasi yang kerap dilontarkan untuk menolak sistem Khilafah adalah alasan sejarah. Sejarah Khilafah digambarkan sebagai fragmen kehidupan yang penuh darah, kekacauan, dan konflik. Paling tidak, ada tiga argumentasi sejarah yang sering dilontarkan: (1) Khalifah yang otoriter dan diktator; (2) Pembunuhan yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin; (3) Perlakuan yang diskriminatif terhadap non-Muslim dan wanita.
Tinjauan Terhadap Hubungan Agama-Negara
Pendahuluan
Tinjauan hubungan agama-negara secara ideologis, pertama-tama harus diletakkan pada proporsinya sebagai pemikiran cabang, bukan pemikiran mendasar tentang kehidupan (aqidah).
Syirik; Macam & Bahayanya
Oleh: M. Taufik N.T
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”. (An-Nisa[4]: 48,116).
Definisi
Syirk (شرك) berasal dari kata شَرِكَ – يَشْرَكُ – شرِكًا yang berarti: menjadi sekutu baginya, memberikan bagian untuknya baik sedikit ataupun banyak di dalam dzat, atau makna[1].
Bahaya Kebebasan Kepemilikan
Oleh Muhammad Riza Rosadi
Mukadimah
Salah satu bencana yang paling mengerikan yang menimpa seluruh umat manusia saat ini adalah berkembangnya ide kebebasan individu yang lahir dari paham demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Ide mengenai HAM berpangkal dari pandangan ideologi Kapitalisme terhadap tabiat manusia. Ideologi Kapitalisme memandang bahwa manusia itu pada hakikatnya adalah baik, tidak jahat. Kejahatan yang muncul dari manusia disebabkan oleh pengekangan terhadap kehendaknya. Oleh karena itu, kaum kapitalis menyerukan untuk membebaskan kehendak manusia agar dia mampu menunjukkan tabiat baiknya yang asli. Dari sinilah, muncul ide kebebasan yang kemudian menjadi salah satu ide yang paling menonjol dalam ideologi Kapitalisme.

