Category Archives: Kritik Pemikiran

Menyikapi Proyek ‘Monsterisasi’ Khilafah

Penggunaan kekerasan oleh suatu kelompok, kalaupun berhasil menguasai suatu wilayah, maka yang tegak bukan khilafah yang syar’i, namun demikian jika dengan kekerasan tersebut ternyata mereka mendominasi negeri yang memiliki pilar-pilar negara sesuai wilayah sekitarnya, menstabilkan keamanan dalam dan luar negerinya tanpa bantuan asing, menerapkan Islam dengan adil dan baik dan mayoritas masyarakat di wilayah itu (bukan hanya kelompoknya) ridha dan senang mengangkatnya sebagai khalifah, maka secara syar’i juga sah sebagai khalifah, asalkan khalifahnya memenuhi syarat-syarat pengangkatan.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Bingung (Menyikapi Sistem Hidup Selain Islam)

Oleh: M. Taufik N.T — download lengkapnya di <<sini>>

Suatu ketika Umar ibnul Khaththab r.a datang kepada Nabi SAW dengan membawa sebuah kitab yang diperolehnya dari sebagian ahlul kitab. Lalu dia membacakannya kepada Nabi SAW, maka Nabi pun marah seraya bersabda:

Read the rest of this entry

Demokrasi dalam Pandangan Islam

Oleh : Muhammad Taufik NT

Rasulullah saw bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ القُرُونِ قَبْلَهَا، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ»، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَفَارِسَ وَالرُّومِ؟ فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ

“Hari kiamat tak bakalan terjadi hingga umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, seperti Persia dan Romawi?” Nabi menjawab: “Manusia mana lagi selain mereka itu?” (HR. Bukhory no. 7319 dari Abu Hurairah r.a)

Read the rest of this entry

Menyoroti Konsep Relativisme Pemikiran

Oleh: M. Taufik N.T

Relativisme adalah konsep bahwa suatu pandangan tidaklah memiliki kebenaran mutlak, namun bernilai relatif (nisbi) dan subyektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya[1].

Read the rest of this entry

Mengoreksi Penguasa Dengan Terang-Terangan Merupakan Cara Khowarij?

Oleh: M. Taufik N.T        Download selengkapnya di <<sini>>

Sebagian kalangan ada yang menyatakan bahwa mengoreksi penguasa wajib dengan sembunyi-sembunyi, diam-diam, dan tidak boleh terbuka. Lebih dari itu mereka mencela orang-orang yang mengoreksi dengan terang terangan, dan mengatakan bahwa ini adalah cara-cara khawârij[1]. Dalil yang dipakai adalah hadits riwayat Imam Ahmad berikut ini:

Read the rest of this entry

Catatan Atas Buku Membongkar Proyek Khilafah ala Hizbut Tahrir di Indonesia

Oleh: M. Taufik N. T      download versi pdf <<di sini>>

Disampaikan dalam bedah buku Membongkar Proyek Khilafah ala Hizbut Tahrir di Indonesia, Sabtu, 19 Mei 2012 di ruang PSB IAIN Antasari Banjarmasin.

Read the rest of this entry

Musthafa Kamal : “Pahlawan” Penghianat Islam (I)

Mustafa Kemal Atatürk (lahir di Selânik (sekarang Thessaloniki), 12 Maret 1881 – meninggal di Istana Dolmabahçe, Istanbul, Turki, 10 November 1938 pada umur 57 tahun), hingga 1934 namanya adalah Ghazi Mustafa Kemal Pasha, adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara itu. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki.

Read the rest of this entry

Mu’ammar Khadafi , Aborsi & Kerahiban Wanita

Ini adalah informasi lama yang dulu, meskipun sudah disampaikan, namun sepertinya tidak dipedulikan mayoritas umat Islam, sehingga dibalik jubah Islamnya banyak umat terkelabui akan sosok sebenarnya Mu’ammar Khadafi, bahkan di beberapa negara dia membangun Islamic Center, banyak yang terpukau dengan Khadafi hanya karena ia berani tegas bicara menentang Amerika dan Israel. Khadafi juga terkenal dengan "Buku Hijau"-nya (Kitabul Akhdlar/Green Book) mengijinkan berkembangnya faham atheisme di tanah Islam yang bernama Libya.

Read the rest of this entry

Kesalahfahaman Tentang Kemaksuman Nabi & Rasul Sebelum Diutus

Baca Sebelumnya: Kesalahfahaman Tentang Qodlo & Qodar

Dengan cara yang sama, penulis buku al-Gharrah juga menukil sebagian pendapat Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, kemudian dia bantah, lalu bantahan tersebut dia carikan pembenaran dengan pandangan ulama':

Read the rest of this entry

Kesalahfahaman Tentang Qodlo & Qodar

Salah satu masalah dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan, adalah adanya perbedaan pemahaman yang seharusnya kita tangkap secara obyektif dari apa yang kita dengar atau kita baca, dengan pemahaman kita sebelumnya tentang hal tersebut, sehingga tidak jarang ada seseorang, misalkan si B menyatakan bahwa si A memiliki pemahaman “x” dari apa yang si B baca atau dengar dari si A, padahal kesimpulan “x” tersebut sebenarnya bukanlah pemahaman si A, namun kesimpulan si B atas si A dari metode penarikan kesimpulan si B sendiri.

Read the rest of this entry

Penjelasan Bagi yang Salah Faham tentang Hizbut Tahrir

بيان لمن أخطأ عن حزب التحرير

(Penjelasan bagi yang salah faham terhadap Hizbut Tahrir)[1]

Oleh : Musthofa A. Murtadlo  — hasil scanannya disini

Pengantar

Ketika kita baca sekilas tulisan tentang Hizbut Tahrir di situs PP Nurul Huda pasti menarik. Mengapa? Karena topik yang dikaji adalah topik yang berkaitan dengan Islam dan kaum Muslimin. Kita, sebagai bagian dari kaum Muslimin, tentu harus menjadikan problem multi dimensional kaum Muslimin serta semua hal yang berkaitan dengan kaum Muslimin sebagai qadhiyyah kita. Kita tidak boleh memiliki karakter yang digambarkan oleh seorang penyair:

Read the rest of this entry

Mendudukan Sejarah Kekhilafahan Islam

Salah satu argumentasi yang kerap dilontarkan untuk menolak sistem Khilafah adalah alasan sejarah. Sejarah Khilafah digambarkan sebagai fragmen kehidupan yang penuh darah, kekacauan, dan konflik. Paling tidak, ada tiga argumentasi sejarah yang sering dilontarkan: (1) Khalifah yang otoriter dan diktator; (2) Pembunuhan yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin; (3) Perlakuan yang diskriminatif terhadap non-Muslim dan wanita.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Sekularisme adalah alat Imperialisme

Oleh M. Taufik N. T            download versi pdf disini

Read the rest of this entry

Seputar Hadits Kembali Berdirinya Khilafah ‘Ala Minhaaj Al-Nubuwwah

Oleh : M. Taufik N. T

Di beberapa situs internet ada yang meragukan hadits Imam Ahmad tentang akan kembali berdirinya khilafah ‘ala minhaaj al-nubuwwah, dengan hanya mengandalkan dugaan semisal: “Saya (penulis blog tsb[1]) menduga kuat bhw Habib (bin Salim, perowi hadits) mencari muka di depan khalifah”. Disisi lain ia justru memakai perkataan Habib Bin salim yang dia pandang “bermasalah” untuk menyatakan: “Kalau khilafah ‘ala minhajin nubuwwah periode yg kedua baru muncul di akhir jaman maka Umar Bin Abdul Azis termasuk golongan para raja yang ngawur :-)”. Anehnya kalau hadits ini diragukan, namun tidak terungkap adanya keraguan saat menulis kelamnya sejarah semisal : “Pasukan tentara Bani Abbas menaklukkan kota Damsyik, ibukota Bani Umayyah … mereka menggali kembali kuburan Mu’awiyah serta Bani Umayyah lainnya. Dan ketika mendapati jasad Hisyam bin Abdul Malik masih utuh, mereka lalu menderanya dengan cambuk-cambuk dan menggantungkannya di hadapan pandangan orang banyak selama beberapa hari, kemudian membakarnya dan menaburkan abunya”

Read the rest of this entry

Kebobrokan Tafsir Hermeneutika

Teori hermeneutika yang lahir dari ranah budaya Yahudi dan Kristen, dipakai oleh sebagian  ‘intelektual’ sekarang sebagai metode penafsiran yg baru terhadap Al Qur’an, walhasil lahirlah hal-hal nyleneh seperti mereka membolehkan riba asal tidak berlipat-lipat, membolehkan khamr bahkan sampai homoseksual. Tulisan ini mengurai kekeliruan metode tersebut dari akarnya.

Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 338 pengikut lainnya.