Khutbah Jum’at – Isra’ Mi’raj & Perubahan Kepemimpinan Dunia

Oleh: M. Taufik N.T          download selengkapnya (pdf) di <<sini>>

Banyak hikmah dan pelajaran dari peristiwa ini, namun ada satu isyarat penting yang jarang dibahas, yakni isyarat perubahan kepemimpinan dunia, dari tangan Yahudi ke tangan umat Islam.

Isyarat ini dijelaskan oleh Syeikh Shafiyyurrahmân al-Mubârakfûriy (w. 1427H), juara pertama perlombaan penulisan sirah (sejarah kehidupan Rasul), Rabitah Alam Islamy, Makkah, dalam kitab sirohnya, Ar Rahîqum Makhtûm, hal 124.

Beliau menangkap isyarat ini, diantaranya setelah mencermati bahwa dalam surat al Isra yang berisi 111 ayat, hanya satu ayat yang menceritakan peristiwa isra’, yakni ayat pertama, ayat-ayat berikutnya justru berbicara tentang kejahatan Bani Israil dan informasi kehancuran mereka akibat kejahatan mereka. Karena itulah kepemimpinan kaum Yahudi akan Allah pindahkan kepada Rasulullah saw, tidak hanya itu Allah akan menyatukan kedua pusat dakwah Nabiyullah Ibrahim as, yakni Makkah dan Baitul Maqdis kepangkuan umat Rasulullah saw. Isyarat ini juga terlihat dari tampilnya Rasulullah SAW sebagai Imam shalat bagi para nabi di masjidil Aqsha.

Dalam peristiwa Isra’, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di kota Mekkah menuju kota Yastrib (Madinah), lalu Madyan Thursina (di Mesir), lalu Baithlehem, baru kemudian ke Baitul Maqdis, di sini beliau dipertemukan dengan nabi-nabi terdahulu. Beliau pun shalat bersama mereka dan didaulat sebagai imamnya.

Sejarah telah membuktikan, bahwa sekitar setahun setelah Isra dan Mi’raj, Rasulullah saw berhasil menegakkan kekuasaan Islam di Yatsrib (622 M), kemudian terjadi futuh Makkah 630 M). Adapun Suriah, Iraq dan Palestina dibebaskan tahun 637 -638 M, dan Mesir tahun 641 M. Praktis, sekitar 20 tahun pasca Isra’ Mi’raj, semua rute perjalanan Isra’ dan Mi’raj sudah berada dalam kepemimpinan umat Islam.

Kenapa Kepemimpinan Bani Isra’il digantikan? Allah jelaskan dalam surat al Isra :4

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar

Imam at Thabari (w. 310 H) dalam tafsirnya menjelaskan maksud dari kerusakan yang dibuat oleh Bani Israil, beliau menyatakan

لتعصنّ الله يا معشر بني إسرائيل ولتخالفنّ أمره في بلاده

Sungguh kalian akan bermaksiat kepada Allah wahai bani Israil, dan sungguh kalian akan menyelisihi perintahnya di negerinya (Jâmi’ul Bayân fî Ta’wîlil Qur’ân, 17/356)

Karena kemungkaran, kemaksiyatan, pengingkaran dan penyimpangan mereka dalam pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT lah yang membuat mereka tidak layak lagi memimpin umat manusia. Tidak hanya itu, bahkan mereka merubah kitab Allah SWT lalu mengatakan “Ini wahyu dari Allah” [1], tidak hanya itu, mereka juga membunuh nabi mereka sendiri yakni nabi Zakariya dan Nabi Yahya a.s.

Sejarah membuktikan walaupun mereka pernah 250 tahun berjaya, sejak 975 SM, karena kemaksiyatan ini, Allah menjadikan mereka dikalahkan oleh tentara Babilonia di bawah pimpinan Bukhtanassar (Nebukadnezar), yang menawan dan menjadikan mereka sebagai budak[2].

Kehancuran karena kemaksiatan ini bukan hanya berlaku untuk Bani Israel, namun berlaku untuk siapa saja. Negeri Saba yang berkembang kira-kira tahun 1000 SM, negeri yang sangat makmur, namun karena kekufuran yg menyebar, Allah pun menghancurkan mereka[3].

Sungguh, berpalingnya manusia dari syari’ah-Nya lah yang Allah jadikan penyebab kehancuran suatu bangsa, siapapun bangsa tersebut, termasuk bangsa ini. Dan sungguh, tidak ada cara lain untuk berjaya kembali kecuali dengan taubat yang sebenarnya, yang diiringi dg sesegera mungkin menjalankan ketaatan sepenuhnya kepada Allah SWT. Sejarah membuktikan bahwa tatkala Bani Isreal bertaubat, maka Allah memberikan giliran kejayaan bagi mereka untuk berkuasa kembali pada tahun 536 SM, Allah berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (QS. Al Isra’ : 7). Kemudian Allah mengancam kalau mereka kembali durhaka maka Allah juga akan kembali menghinakan mereka:

عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا

Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat (Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al Isra : 8)

Sungguh tegaknya hukum Allah, itu jalan perbaikan umat ini, bahkan Rasulullah bersabda berkaitan dg satu hudud saja:

لَحَدٌّ يُقَامُ فِي الْأَرْضِ، خَيْرٌ لِأَهْلِهَا مِنْ أَنْ يُمطَروا أَرْبَعِينَ صَبَاحًا

Sungguh satu hudud (hukum Allah) yang ditegakkan di bumi, itu lebih baik bagi penduduknya daripada mereka diberi hujan 40 pagi (HR. Ahmad dan an Nasa-i dari Abu Hurairah)

Semoga Allah jadikan kita orang-orang yang melakukan perbaikan, perbaikan diri kita, keluarga kita dan masyarakat, yakni dengan berupaya menjalankan dan mengupayakan tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi.

[1] QS Al Baqarah: 79

[2] Tafsir Depag RI

[3] QS. Saba’: 16

Baca Juga:

  • Khutbah Jum’at – Syariah Membabat Pornografi Dan Seks Bebas
  • Khutbah Jum’at – Isra-Mi’raj
  • Khutbah Jum’at – Perintah Allah Merupakan Ujian Keimanan
  • Khutbah Jum’at – Islam Memerdekaan Manusia dari Penjajahan
  • Khutbah Jum’at: Kehinaan & Kemuliaan Umat
  • About these ads

    Posted on 22 Mei 2013, in Khutbah Jum'at and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 353 pengikut lainnya.